15 Syawal 1443  |  Selasa 17 Mei 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Kandungan bakteri dalam susu murni (Total Flate Count/TFC) hasil peternakan di Indonesia sangat tinggi. Hal ini berpengaruh kepada kualitas hingga harga susu sapi.

Kandungan Bakteri pada Susu Murni di Indonesia Sangat Tinggi Supervisi dari Rabobank, Belanda, Kees De Jong, menyebutkan TFC pada susu murni di Indonesia mencapai 5 juta. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan susu murni di Belanda, yakni hanya 7 TFC.

Kandungan TFC tersebut hasil pengukuran Rabobank selama kunjungan di empat peternakan sapi yang ada di Lembang, Pangalengan, Garut, dan Sumedang.

Sehingga Kees merekomendasikan kepada para peternak sapi untuk memerhatikan kualitas susunya, hingga menekan angka TFC. "TFC harus ditekan supaya lebih rendah lagi. Perlu diusahakan supaya kualitas susu lebih tinggi tapi tanpa tambahan biaya," kata Kees, dalam diskusi bersama peternak sapi di Hotel Fave, Jalan Cihampelas, baru-baru ini

Kees menyarankan supaya para peternak sapi meu memerhatikan cara penyimpanan susu. Karena kadar TFC tergantung kepada perlakuan terhadap susu.

Munculnya TFC pada susu terjadi karena suhu wadah susu, misalnya wadah pemerah susu maupun tanki susu. Makin tinggi temperatur wadah susu tersebut akan makin banyak TFC pada susu.

Selain itu, makin cepat susu dibawa ke perusahaan susu akan makin turun TFC-nya. "Maka pikirkanlah TFC ini, misalnya yang perlu dilakukan pindahkan mobil susu ke tempat lebih teduh, dinginkan truk sebelum diisi susu, tangki truk bisa disiram hingga dingin sebelum diisi susu," sarannya.

Selain itu, selalu usahakan agar tempat penampungan susu dingin. "Sebelum memeras susu, penampang bisa dimasukan ke dalam air selama 5 menit supaya dingin. Dingin penampang minimal 5 derajat, jangan sampai 30 derajat," paparnya.

Saran lain, peternak sapi perah juga harus melakukan kerja sama dengan koperasi untuk menyediakan kolam renang kecil. Peternak juga harus memiliki memiliki bak di tempat pemerasan. "Rendahnya kadat TFC akan membuat harga susu mahal, perusahaan akan bayar lebih mahal," ujarnya.

okezone.com