27 Rabiul-Akhir 1443  |  Kamis 02 Desember 2021

basmalah.png

Risiko Kanker pada Makanan yang Dibakar Bisa Dikurangi dengan Cara Ini

Fiqhislam.com - Steak, sate dan berbagai jenis bebakaran adalah sumber karsinogenik atau senyawa pemicu kanker terutama di bagian yang agak gosong. Namun jangan khawatir, ahli gizi punya tips agar bebakaran tidak terlalu meningkatkan risiko kanker.

Risiko Kanker pada Makanan yang Dibakar Bisa Dikurangi dengan Cara Ini"Dua aspek dalam masak-masakan ala Amerika, yakni apa yang kamu bakar dan bagaimana cara membakarnya bisa meningkatkan risiko kanker," kata Aloce Bender, seorang ahli gizi dari American Institute for Cancer Research seperti dikutip dari Healthday, Senin (18/6/2012).

Jika yang dibakar adalah daging merah, risiko kanker cenderung meningkat lebih tinggi dibandingkan ikan atau daging ayam misalnya. Demikian juga cara memasaknya, kalau terlalu matang maka peningkatan risiko kankernya cenderung semakin tinggi.

Selain 2 hal itu, Bender juga memberikan beberapa tips sebagai berikut, untuk mengurangi risiko kanker dari menu-menu bebakaran.

1. Tambahkan warna
yang dimaksud bukanlah menambahkan daging merah, melainkan sayur dan buah-buahan dengan berbagai warna. Sayur dan buah yang berwarna-warni seperti asparagus, bawang dan sebagainya merupakan sumber fitokimia, yang sangat penting untuk pencegahan kanker.

2. Campur jenis dagingnya
Daripada membakar daging untuk hotdog dan hamburger, sesekali ganti isinya dengan ikan atau daging ayam.

3. Dibacem
Membacem daging sebelum dibakar bisa mengurangi pembentukan heterocyclic amines (HCA), salah satu senyawa penyebab kanker. Tidak perlu dibacem dengan bumbu yang rumit, cukup direndam dalam cuka apel (vinegar) atau jus lemon selama 30 menit.

4. Dimasak dulu setengah matang
Dengan cara ini, waktu yang dibutuhkan untuk pemanggangan di atas bara api akan berkurang. Pembentukan senyawa-senyawa karsinogenik penyebab kanker juga akan menurun.

5. Bakar perlahan
Membakar daging dengan suhu lebih rendah lebih dianjurkan meski butuh waktu sedikit lebih lama dibandingkan kalau apinya panas. Namun dengan mengurangi panas, pembentukan HCA akan berkurang sangat signifikan.

detik.com