5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Deep Brain Stimulation Solusi Baru Tangani Parkinson

Fiqhislam.com - Deep Brain Stimulation (DBS) dikatakan sebagai metode yang efektif untuk pengobatan penyakit parkinson.

Deep Brain Stimulation Solusi Baru Tangani Parkinson Para peneliti menyebutkan, meskipun DBS bukanlah metode yang dapat memberikan kesembuhan secara total, namun secara signifikan DBS dapat meringankan gejala tremor dan juga berfungsi untuk meredakan kekakuan otot yang biasanya menyebabkan penurunan jangkauan gerak.

Dalam penelitian pada metode DBS, para ahli bedah memasukkan elektroda ke dalam otak pasien sedalam 4 inci. Para peneliti tersebut menyebutkan bahwa elektroda memberikan sinyal-sinyal listrik ringan yang efektif mereorganisasi kemampuan otak.

Dari hasil penelitian, didapati hasil bahwa pasien dengan parkinson mengalami perbaikan yang mencakup fungsi motorik seperti dalam ekspresi wajah, pengurangan gejala tremor yang berkurang, kekakuan, keram pada jari, dan juga perkembangan pada akspresi gerakan tubuh lainnya.

Dikutip dari Reuters, parkinson sendiri dikenal dengan penyakit degeneratif pada sistem syaraf. Keluhan penyakit ini ditandai dengan adanya tremor atau getaran pada tangan dan kaki meski saat beristirahat. Bukan hanya itu, pasien dengan pasrkinson biasanya juga mengalami kesulitan untuk memulai pergerakan karena kekakuan pada ototnya. (mediaindonesia.com)

7 Kebiasaan Pencegah Parkinson

terbilang penyakit yang sulit didiagnosis karena gejalanya yang dimulai secara samar-samar dan berkembang secara perlahan, perubahan beberapa kebiasaan sehari-hari mampu membentu Anda mengatasi gejala penyakit degeneratif syaraf ini.

Penyakit yang pertama kali ditemukan pada 1817 oleh Dr. James Parkinson ini memiliki gejala umum yaitu:

1. Tremor atau gemetar yang tidak terkontrol, biasanya terjadi pada tangan dan kaki.
2. Rigiditas otot atau kekakuan anggota tubuh dalam gerak.
3. Bradiknesia yaitu gerakan melambat.
4. Gangguan dalam berjalan.
5. Perubahan postur semacam gangguan keseimbangan.

Selain itu, banyak pula penderitanya mengalami gangguan yang berpengaruh pada pikiran seperti depresi, demensia (pikun), kebingungan, dan agitas. Parkinson menyerang sekitar 1 diantara 250 orang yang berusia diatas 40 tahun dan sekitar 1 dari 100 orang yang berusia diatas 65 tahun.

Untuk itu, Universitas Maryland Madical Center memberikan beberapa perubahan gaya hidup untuk mencegah dan mengatasi gejala-gejala di atas.

1. Makan makanan bergizi.
2. Berolahraga rutin, tapi jangan berlebihan hingga melewati batas kemampuan tubuh.
3. Usahakan mengistirahatkan tubuh.
4. Upayakan untuk menghidari stres.
5. Mengikuti terapi fisik, terapi bicara, dan terapi okupasi.
6. Perimbangkan memakai peralatan khusus di rumah supaya membantu gerakan tubuh seperti pegangan pada tangga.
7. Rutin berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui perkembangan penyakit Anda. (mediaindonesia.com)