21 Safar 1443  |  Rabu 29 September 2021

basmalah.png

Penyebab Rasa Lelah yang Tak Kunjung Reda

Penyebab Rasa Lelah yang Tak Kunjung Reda


Fiqhislam.com - Kita mungkin sering merasa lelah setiap saat, bahkan untuk melakukan hal-hal sepele saja rasanya tidak punya tenaga. Hati-hati, bisa jadi kita tengah mengalami beberapa kondisi medis di bawah ini.

1. Suasana hati yang rendah dan depresi
Depresi tidak hanya membuat Anda merasa tidak bersemangat, depresi juga dapat menyebabkan berbagai gejala fisik seperti termasuk sakit kepala, nyeri, dan kelelahan kronis.

"Suasana hati yang buruk dan depresi adalah salah satu penyebab utama kelelahan," kata Dr. Marieke Reddingius, seorang dokter umum di East Sussex, Inggris.

2. Ansietas atau stres
Ansietas adalah penyebab umum kelelahan dan membuat orang sulit tidur di malam hari atau menyebabkan bangun dini hari. Ansietas bisa membuat tubuh seperti melihat adanya bahaya sehingga denyut jantung meningkat dan adrenalin dilepaskan. Kondisi ini bisa disebabkan karena kita cemas soal pekerjaan. Bila cemas secara kronis, tubuh berada dalam siklus adrenalin yang terus-menerus dan inilah yang menyebabkan kita merasa lelah.

3. Kekurangan zat besi
Anemia atau kekurangan zat besi adalah salah satu penyebab paling umum kelelahan, terutama pada wanita yang mengalami menstruasi berat. Gejala lainnya termasuk otot nyeri, jantung berdebar, dan sesak napas. Zat besi dibutuhkan untuk membantu pembentukkan hemoglobin, zat yang membuat darah merah dan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Bahkan jika kita tidak anemia, zat besi rendah dapat menyebabkan kita merasa kekurangan energi.

Mengkonsumi suplemen penambah zat besi dapat membantu. Makanlah daging, hati, telur, nasi merah, atau kacang-kacangan. Menghindari minum teh setelah makan juga sangat membantu karena teh dapat menghambat tubuh mengambil zat besi dari makanan yang dikonsumsi. Konsumsilah makanan atau minuman yang mengandung vitamin C.

4. Kekurangan vitamin B12
Kekurangan vitamin B12 juga bisa membuat kita merasa lelah. Gejala lain dari djkekurangan vitamin B12 termasuk otot lemah, penglihatan terganggu, lidah sakit dan merah, ulkus mulut, daya ingat menurun, dan depresi.

Mengkonsumsi lebih banyak daging, ikan, telur, produk susu, dan ekstrak ragi dapat membantu. Pada sebagian besar kasus, kondisi ini disebabkan oleh anemia pernisiosa, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat di perut dan mencegah tubuh menyerap vitamin B12 dari makanan. Pengobatan tertentu, seperti antikonvulsan dan penghambat pompa proton, juga dapat mempengaruhi seberapa banyak vitamin dapat diserap tubuh.

Tidak semua orang dengan kadar vitamin B12 rendah akan mengalami anemia. Kekurangan vitamin B12 dapat didiagnosis dengan tes darah dan diobati dengan suntikan. Jika khawatir,konsultasikan dengan dokter sesegera mungkin.

5. Kekurangan vitamin D
Vitamin D penting untuk kesehatan tulang dan gigi. Selain itu, sesungguhnya, kekurangan vitamin D dapat berhubungan dengan sejumlah masalah, termasuk penyakit jantung, depresi, dan sindrom kelelahan kronis.

Meskipun kita mendapatkan beberapa vitamin D dari makanan, seperti ikan, telur, dan sereal, tubuh perlu terpapar sinar matahari untuk menghasilkan jumlah vitamin D yang cukup. Jika tidak bisa terpapar sinar matahari, kombinasikan suplemen vitamin D dengan kalsium, yang juga akan membantu menjaga kesehatan tulang.

6. Demam kelenjar
Demam kelenjar adalah infeksi virus yang umum, yang biasanya menyerang remaja dan orang dewasa muda. Gejalanya meliputi kelelahan, demam, sakit tenggorokan parah, dan kelenjar di leher bengkak. Hal inii disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV), yang ditemukan pada air liur orang yang terinfeksi dan dapat menyebar melalui ciuman, paparan batuk dan bersin, dan berbagi peralatan makan dan minum. [yy/tempo]

 

Tags: Lelah