2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

Virus West Nile Tewaskan 26 Orang di AS

Virus West Nile Tewaskan 26 Orang di ASFiqhislam.com - Wabah virus West Nile di Amerika Serikat (AS) telah menewaskan 26 orang. Wabah penyakit yang gejalanya mirip flu ini juga telah menjangkiti lebih dari 700 orang lainnya di AS.
 
"Penyakit ini dapat mengakibatkan hilangnya ingatan, kelumpuhan, hilangnya fungsi anggota badan, dan jika tidak berhenti secara alami, dapat mengakibatkan kematian," ujar seorang peneliti entomologi dari Universitas California, William Reisen, seperti dikutip VOA, Sabtu (18/8/2012).
 
Para pejabat pemerintah di Texas telah memerintahkan penyemprotan insektisida dari pesawat terbang di Dallas guna membasmi nyamuk pembawa virus West Nile atau “Nil Barat” yang bisa menyebabkan kematian.
 
Wabah penyakit tersebut tahun ini telah menewaskan 26 orang dan membuat sakit lebih dari 700 lainnya di seluruh wilayah yang luas di Amerika. Texas terkena dampak paling parah oleh apa yang dipandang sebagai wabah yang mungkin terburuk dalam beberapa tahun.

Reisen mengatakan, gelombang infeksi yang kini terjadi merupakan jumlah terbesar kasus virus “Nil Barat” yang telah ditemukan sejak tahun 2003. (sindonews.com)

{AF}

Serangan Virus West Nile Mirip Flu

Virus West Nile tewaskan 26 orang di ASGejala infeksi virus West Nile mirip penyakit umum seperti flu, sehingga ada kemungkinan jumlah kasus infeksi lebih banyak dari data resmi di Amerika Serikat (AS).
 
Sekitar satu dari lima orang yang digigit nyamuk pembawa virus West Nile menjadi sakit. Kurang dari satu persen dari kasus-kasus itu menjadi penyakit parah, dan orang berusia di atas 50 tahun umumnya bisa menderita paling parah.

“Penelitian sedang dilakukan guna menemukan vaksin atau cara lain untuk memerangi penyakit ini, tapi sejauh ini "tidak tersedia pengobatan yang baik,” imbuh seorang peneliti entomologi dari Universitas California, William Reisen, seperti dilansir VOA, Sabtu (18/8/2012).

Sebagian warga kota Dallas mengatakan khawatir penyemprotan insektisida itu dapat mengganggu kesehatan mereka. Reisen mengatakan penelitian oleh salah seorang mahasiswa pascasarjananya yang melacak  beberapa orang yang dirawat inap sebelum, selama dan setelah program program penyemprotan serupa di California tidak menemukan dampak yang nyata. (sindonews.com)


{/AF}