fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Syawal 1442  |  Kamis 13 Mei 2021

Penyakit-penyakit yang Datangnya Lebih Cepat dari yang Anda Kira

Penyakit-penyakit yang Datangnya Lebih Cepat dari yang Anda KiraFiqhislam.com - Penyakit umumnya dikaitkan dengan orang-orang berusia 60 dan 70-an tahun. Tapi kini ada penyakit-penyakit yang datangnya lebih cepat yang sudah menyerang manusia 20-an, 30-an, 40-an tahun.

"Saat masih muda, banyak orang mengira dirinya takkan bisa jatuh sakit namun nyatanya pemahaman semacam itu salah besar," kata Georges Benjamin, MD, Direktur Eksekutif American Public Health Association.

Alasannya sangat sederhana yaitu faktor gaya hidup seperti pola makan yang buruk dan kurangnya olahraga. Oleh karena itu penting bagi Anda untuk melakukan skrining dan deteksi awal agar Anda dapat memastikan kondisi kesehatan Anda.

Akan lebih baik lagi jika Anda juga berupaya mengenali 7 penyakit yang dapat menyerang manusia lebih cepat dari perkiraan seperti dilansir dari today, Senin (27/8/2012) berikut ini.


{AF}

1. Melanoma
Usia tipikal diagnosis: 50 tahun ke atas

Namun bisa menyerang: usia remaja akhir dan awal 20-an

Yang bisa dilakukan sekarang: menjauhi salon-salon tanning, bahkan sesekali menggunakan tanning bed dapat meningkatkan peluang terserang melanoma hingga tiga kali lipat. Hal ini diungkap dalam sebuah laporan studi di jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention.

Namun karena Anda tak mungkin bisa menghindari sinar matahari maka Anda disarankan untuk memakai pelembab yang mengandung sedikitnya SPF 15 setiap hari. Sejumlah pakar juga menyatakan bahwa pelembab dengan SPF 30 jauh lebih baik.

"Anda bisa menggunakan tabir surya berspektrum luas jika berada di luar ruangan dan menghindari keluar rumah antara pukul 10.00 pagi hingga 2 siang ketika sinar matahari sedang terik-teriknya," saran Thomas S. Kupper, MD, profesor dermatologi dari Harvard Medical School. Ada juga bukti ilmiah yang menyatakan bahwa suplemen vitamin D harian dapat membantu menjauhkan Anda dari melanoma, tambahnya.
{/AF}

{AF}

2. Osteoporosis
Usia tipikal diagnosis: 65 tahun ke atas

Namun bisa menyerang: usia 50-an

Yang bisa dilakukan sekarang: Jangan menunggu dan diam saja! "Vital bagi kita untuk memperkuat tulang lebih awal dengan suplemen vitamin D dan kalsium," kata Kathryn Diemer, MD, direktur klinis dari Bone Health Program, Washington University School of Medicine.

Lakukan juga latihan fisik rutin yang mampu membentuk otot dan memperkuat tulang seperti jogging, berjalan atau menaiki tangga.

"Merokok dan minum alkohol merupakan racun bagi tulang," tandas Dr. Diemer. Selain itu, yang terpenting adalah hindari kola karena jenis minuman ini mengandung asam fosfor tinggi yang dapat meluluhkan kalsium dari tulang-tulang Anda.
{/AF}

{AF}

3. Stroke
Usia tipikal diagnosis: 65 tahun ke atas

Namun bisa menyerang: usia 20-an atau 30-an

Yang bisa dilakukan sekarang: Jika suka merokok, bahkan meski hanya iseng maka Anda harus segera menghentikannya karena merokok melipatgandakan peluang Anda terserang stroke.

Faktor lain yang bisa memunculkan risiko stroke adalah gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas dan kolesterol tinggi. "Penyakit-penyakit yang meningkatkan risiko stroke seharusnya segera diatasi dan dikendalikan," terang Shazam Hussain, MD, kepala Cleveland Clinic Stroke Program.

Dr. Hussain juga merekomendasikan pengurangan asupan garam dan lemak trans, makan ikan dua kali seminggu serta berolahraga. "Bahkan jika Anda hanya sempat berjalan kaki 30 menit sehari, latihan ini akan memberikan manfaat nyata," katanya.
{/AF}

{AF}

4. Kanker Payudara
Usia tipikal diagnosis: 45 tahun ke atas

Namun bisa menyerang: usia remaja

Yang bisa dilakukan sekarang: Bagi sebagian besar wanita disarankan untuk berolahraga secara teratur dan tetap langsing, ungkap Ann Partridge, MD, direktur program Young Women with Breast Cancer, Dana-Farber Cancer Institute.

Namun jika ada kecenderungan mengidap kanker payudara secara turun-temurun maka pilihan pencegahannya bisa lebih beragam seperti peresepan obat-obatan tertentu atau jika risikonya tinggi maka calon pasien akan direkomendasikan untuk menjalani mastektomi ganda, tambahnya.
{/AF}

{AF}

5. Alzheimer
Usia tipikal diagnosis: 65 tahun ke atas

Namun bisa menyerang: usia 40-an

Yang bisa dilakukan sekarang: "Kita bisa menjaga tubuh dan pikiran agar kerentanan terhadap gangguan kesehatan ini menurun," ujar Gustavo Alva, MD dari American Board of Psychiatry. Caranya dengan menggunakan bagian-bagian otak yang jarang dilatih seperti untuk mempelajari bahasa baru atau berlatih memainkan alat musik akan membantu penderita melawan penurunan kemampuan kognitif akibat Alzheimer.

"Apa yang bagus untuk jantung Anda juga bagus untuk otak, jadi Anda perlu memelihara kadar kolesterol, menjaga tekanan darah tetap rendah dan menjaga bentuk tubuh Anda," terang Alva.
{/AF}

{AF}

6. Diabetes Tipe 2
Usia tipikal diagnosis: 40-an dan 50-an

Namun bisa menyerang: anak-anak

Yang bisa dilakukan sekarang: Makanan adalah obat Anda untuk mengatasi masalah ini. "Meningkatnya jumlah generasi muda yang mengidap diabetes tipe 2 sebagian besar bergantung pada bagaimana cara makannya dan gaya hidupnya," ungkap Michelle F. Magee, MD, direktur MedStar Diabetes Institute.

Sebagian besar orang yang kelebihan berat badan, terutama di seputar pinggangnya, seringkali didiagnosis berisiko tinggi terserang diabetes tipe 2. Oleh karena itu pastikan untuk menghindari makanan yang kadar glikeminya tinggi serta rendah serat, termasuk makanan yang mengandung nitrate.

Hal ini didukung sebuah studi pada 2009 yang menyatakan bahwa kaitan antara diabetes tipe 2 dengan paparan nitrate, nitrite and nitrosamine itu berasal dari makanan olahan dan awetan.
{/AF}

{AF}

7. Penyakit Asam Urat
Usia tipikal diagnosis: 50-an dan 60-an

Namun bisa menyerang: usia 30-an

Yang bisa dilakukan sekarang: Meski penyakit asam urat seringkali ditemukan pada orang dewasa, belakangan gangguan kesehatan ini juga banyak ditemukan pada orang-orang berusia 30-an. Beruntung gangguan ini dapat dicegah dengan menghindari minuman beralkohol dan rajin mengecek berat badan agar tetap normal.

"Obesitas dan kebiasaan minum minuman beralkohol merupakan dua hal yang paling sering disalahkan terhadap munculnya penyakit asam urat pada sejumlah orang dewasa muda. Namun program penurunan berat badan yang terlalu cepat atau mendadak juga bisa meningkatkan kadar asam urat yang pada akhirnya mendorong terjadinya serangan," tandas E. Robert Harris, MD dari Arthritis Foundation. [detikHealth]
{/AF}