24 Rabiul-Akhir 1443  |  Senin 29 Nopember 2021

basmalah.png

Sebabkan Bayi Lahir Cacat, Thalidomide Minta Maaf

Sebabkan Bayi Lahir Cacat, Thalidomide Minta MaafFiqhislam.com - Produsen obat Thalidomide meminta maaf kepada ribuan orang yang lahir dengan kondisi tubuh cacat sebagai akibat dari ibu mereka mengonsumsi obat itu.

Harald Stock, chief executive dari Gruenenthal, perusahaan farmasi Jerman yang memproduksi Thalidomine, mengatakan "sangat menyesal", setelah lama bungkam dalam masalah ini. Obat itu dijual sebagai obat untuk morning sickness - gejala pada ibu hamil muda - antara tahun 1950-an  hingga 1960-an.

Stock menyatakan hal itu saat ia meluncurkan sebuah patung perunggu melambangkan anak yang lahir tanpa anggota badan karena Thalidomide. "Kami minta maaf bahwa selama hampir 50 tahun kami tidak menemukan cara untuk menjangkau Anda," katanya pada upacara di kota Stolberg, di mana perusahaan itu bermarkas. "Kami meminta Anda menganggap keheningan panjang kami sebagai tanda shock bahwa nasib Anda disebabkan oleh kelalaian kami."

Pada saat obat itu ditarik dari peredaran pada tahun 1961, lebih dari 10.000 bayi di seluruh dunia telah lahir dengan berbagai cacat yang disebabkan oleh obat itu. Kecacatan itu termasuk lengan dan kaki yang lebih pendek, kebutaan, tuli, problem jantung, dan bahkan kerusakan otak. Antara 5.000 hingga 6.000 penderita masih hidup, dan sekitar 400 orang di antaranya ada di Inggris.

Martin Johnson, direktur Trust Thalidomide, mengatakan kepada BBC bahwa berita produsen mulai untuk mengakui tanggung jawabnya adalah langkah maju. Namun, upaya mereka untuk mengabadikan anggapan tidak ada yang bisa mengetahui bahaya obat tersebut sebelumnya adalah "mitos" yang dibesar-besarkan. "Pada kenyataannya, banyak bukti yang menunjukkan mereka memang tahu sebelumnya," katanya.

Freddie Astbury, presiden Thalidomide Inggris, mengatakan terlalu lama bagi mereka untuk meminta maaf. Ia menyatakan kini ada banyak orang yang cidera akibat Thalidomide yang kini berjuang dengan masalah kesehatan di Inggris dan di seluruh dunia. "Jadi kami menyambut permintaan maaf, tapi seberapa jauh mereka akan bertanggung jawab? Mereka harus serius membahas kompensasi bagi masing-masing orang yang terkena dampak," katanya.

Di Inggris, distributor thalidomide telah membayar ganti rugi.

Gruenenthal mendapat gugatan di Jerman pada tahun 1972 dan telah menyuarakan penyesalan atas masalah ini. Namun mereka belum mengakui kewajiban yang harus ditunaikannya. [tempo]