30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Pendukung Assad Mengejek Kelaparan Horor di Madaya

Pendukung Assad Mengejek Kelaparan Horor di Madaya

Fiqhislam.com - Para pendukung Presiden Suriah Bashar Al-Assad mengejek kelaparan horor para penduduk yang terkepung di Kota Madaya dengan mengunggah foto makanan mewah di media sosial. Data dari Medecins Sans Frontieres (MSF) menyebut, sudah 23 warga meninggal dalam sebulan terakhir akibat kelaparan.
 
Penduduk di kota itu menderita dalam situasi perang. Mereka tidak bisa meninggalkan kota karena terkepung pasukan bersejata loyalis Presiden Assad sejak Juli 2015. Sejak kota itu diblokade, semua alat tranportasi pembawa bantuan kemanusiaan tidak bisa masuk.
 
Para pendukung Assad mengumbar foto makanan mewah di Twitter dengan mencantumkan hastag
#solidarity with the siege of Madaya (solidaritas dengan pengepungan Madaya).

Para aktivis kemanusiaan  mengklaim sekitar 40 ribu warga Kota Madaya dan kota lain di sekitarnya terpaksa makan daging anjing, kucing, rerumputan hingga makanan bekas bercampur sampah karena kelaparan parah. Beberapa foto tentang derita kelaparan di Madaya yang memicu kemarahan masyarakat internasional telah beredar secara online.
 
PBB yang sebelumnya ditolak izinnya untuk mengirim bantuan ke Kota Madaya mengaku sudah diberi izin rezim Assad. Pada Minggu (10/1/2016), para pejabat PBB mengatakan kepada BBCbahwa negosiasi untuk memastikan bantuan mencapai Kota Madaya dan sekitarnya telah tercapai. Hari ini (11/1/2016) bantuan dijadwalkan masuk ke kota itu.
 
Pemerintah Suriah akhirnya mengakui bahwa hal itu (pembukaan akses) akan memungkinkan bantuan ke Madaya, seharusnya tidak membuat anak-anak kelaparan dan memicu kemarahan media, bantuan akan dikirimkan,” kata Nadim Houry, Wakil Direktur Human Rights Watch untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.
 
Negara-negara yang mendukung solusi politik di Suriah harus mendorong pihak yang bertikai untuk mengizinkan bantuan masuk untuk mereka semua yang menderita di Suriah,” lanjut Nadim. [yy/sindonews]