25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan  mengecam keras aksi teroris di alun-alun Sultanahmet, Turki. Aksi pengeboman tersebut menewaskan setidaknya 10 orang, dan melukai 15 orang lainnya.

"Turki akan melanjutkan kampanye melawan terorisme ini," kata dia seperti dikutip Aljazirah. Otoritas setempat telah menutup area sekitar lokasi kejadian.

Erdogan mengungkapkan, pengebom asal Suriah diyakini bertanggungjawab atas ledakan di jantung kota bersejarah Istanbul. Serangan menewaskan warga Tukri dan asing.

"Saya mengecam insiden teror yang dilakukan oleh aksi pengebom bunuh diri asal Suriah. Sangat disayangkan sebanyak 10 orang tewas termasuk warga asing dan Turki, sementara 15 lainnya terluka," ujar Erdogan.

Pascaledakan di alun-alun Sultanahmet, Istanbul, Pemerintah Turki menerapkan larangan siaran media, Selasa (12/1). Sejumlah reporter mengatakan larangan diterapkan untuk seluruh media.

Seorang jurnalis Euronews, Mustafa Bag mengatakan pemerintah melarang media untuk meliput di Sultanahmet. Editor Buzzfeed News, Anup Kaphle juga mengatakan hal yang sama dalam akun Twitter-nya.

Perkembangan terbaru, warga negara asing termasuk dalam korban luka karena ledakan di pusat wisata Istanbul itu. Siaran televisi CNN Turki melaporkan warga asing tersebut berasal dari Jerman dan Norwegia. Warga Peru juga dilaporkan menjadi korban.

Serangan Bom, Pemerintah Turki Gelar Pertemuan Darurat

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu menggelar pertemuan darurat di Ankara usai serangan di dekat alun-alun Sultanahmet, dekat Masjid  Biru. Pejabat senior mengatakan, serangan ini terkait dengan jaringan teroris. Namun ian menolak lebih jauh menyebut pelaku penyerangan.

Satu tahun lalu, seorang wanita melakukan aksi bom bunuh diri di stasiun polisi di alun-alun yang sama. Serangan itu menewaskan satu petugas dan melukai lainnya. Kelompok kiri radikal mengklaim serangan tersebut.

Selain dari kelompok kiri, ancaman lain datang dari milisi Kurdi dan ISIS. Kelompok-kelompok ini kerap mendalangi aksi teror di Turki.  Sebelumnya, sebuah ledakan mematikan menewaskan sedikitnya 10 orang di alun-alun Sultanahmet, Turki, Selasa (12/1). Tempat ini merupakan salah satu distrik pariwisata yang terkenal di Kota Istanbul.

Menurut kantor pemerintah setempat, ledakan juga menyebabkan  15 orang terluka. Ledakan berlangsung sekitar pukul 10.20 pagi waktu setempat. Turis Jerman dan Norwegian termasuk korban terluka.

"Penyelidikan masih dilakukan terkait penyebab ledakan, tipe ledakan serta pelakunya," kata pernyataan pemerintah Istanbul yang dikutip kantor berita Dogan.

Bom Meledak Dekat Masjid Biru Turki, 10 Orang Tewas

Sebuah ledakan mematikan menewaskan sedikitnya 10 orang di alun-alun Sultanahmet, Turki, Selasa (12/1). Tempat ini merupakan salah satu distrik pariwisata yang terkenal di Kota Istanbul.

Menurut kantor pemerintah setempat, ledakan juga menyebabkan  15 orang terluka. Ledakan berlangsung sekitar pukul 10.20 pagi waktu setempat. "Penyelidikan masih dilakukan terkait penyebab ledakan, tipe ledakan serta pelakunya," kata pernyataan pemerintah Istanbul yang dikutip kantor berita Dogan.

Ambulans tampak berdatangan ke situs Sultanahmet di dekat Mesjid Biru dan Hagia Sophia. Wilayah ini merupakan area paling terkenal di kota Turki dengan populasi paling banyak ini. Petugas medis membawa para korban yang tergeletak di jalanan.

Menurut Aljazirah, kemungkinan ledakan berasal dari bom bunuh diri. Namun pihak berwenang masih menyelidikinya karena insiden baru saja terjadi. Polisi bersiaga untuk kemungkinan bom lanjutan.

Seorang saksi, Erdem Koroglu mengatakan banyak orang tergeletak di jalan. "Sulit mengatakan mereka hidup atau tewas," kata Koroglu. Gedung tempat ia bekerja juga berguncang ketika ledakan terjadi. [yy/republika]