17 Jumadil-Akhir 1443  |  Kamis 20 Januari 2022

basmalah.png
BERITA INTERNASIONAL

Jenderal AS: Perang dengan Korut Akan Mirip PD II

Jenderal AS: Perang dengan Korut Akan Mirip PD II

Fiqhislam.com - Komandan pasukan Amerika Serikat (AS) di Korea Selatan (Korsel), Jenderal Curtis Scaparrotti memperingatkan bahwa konflik dengan Korea Utara (Korut) bisa menyerupai skala Perang Dunia II. Belakangan, ketegangan antara AS dengan Korut memang terus meningkat.

"Mengingat ukuran kekuatan dan persenjataan yang terlibat, ini akan menjadi lebih mirip dengan Perang Korea dan Perang Dunia II - yang sangat kompleks, mungkin korban yang tinggi," kata Scaparrotti kepada Komite Angkatan Bersenjata Parlemen AS, seperti dikutip dari CNN, Kamis (25/2/2016).

Menurut Scaparrotti, pemimpin Korut Kim Jong-un akan menggunakan senjata pemusnah massal jika dia pikir nasib pemerintahannya dipertaruhkan. Menurutnya, saat ini ketegangan di Semenanjung Korea berada pada tingkat tertinggi dalam kurun lebih dari 20 tahun.

Sementara itu, Komandan Angkatan Laut Pasifik AS, Admiral Harry Harris pada sidang yang sama mengatakan, Korut terus mengembangkan rudal balistik dan membuka kemungkinan bagi AS untuk menjalankan opsi militer.

Sebelumnya, militer Korut telah memperingatkan AS dan Korsel, kalau negara komunis itu akan menyiapkan aksi balasan terhadap latihan militer gabungan ke dua negara pada bulan Maret mendatang. Peringatan itu datang dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh media pemerintah Korut, KCNA.

Intelijen Korea Selatan: Kim Jong-un Terancam Dilengserkan

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un terancam diusir dari negerinya. Ia dianggap  menghabiskan terlalu banyak anggaran untuk kegiatan militer.

Kim Jong-un  juga disebut bisa dilengserkan dari posisinya oleh anggota senior militer jika tidak bisa mengatasi persoalan ekonomi Pyongyang.

Berita mengejutkan tersebut datang dari laporan inteligen Seoul  dan dilaporkan oleh media pemerintah Korea Selatan Yonhap New Agency.

"Stabilitas rezim Kim dan hubungan dengan pihak militer bergantung pada pertumbuhan ekonomi negara dan belanja militer," demikian laporan intelijen yang dikutip dari laman Express.co.uk, Rabu, 24 Februari 2016.

"Dalam hal kegagalan ekonomi, peralihan rezim Kim bisa muncul saat militer menuntut peralihan dalam hubungan partai - militer atau menyerukan sebuah sistem baru yang berpusat pada militer."

Laporan juga menyatakan militer memiliki kekuatan lebih besar dari Partai Buruh di beberapa daerah.

Kabar ini terjadi hanya beberapa hari setelah Kim Jong-un menantang Barat, mengungkapkan rencana untuk meluncurkan lebih banyak satelit.

Kim Jog-un melabeli peluncuran roket dengan sebutan eksplorasi ruang bertujuan strategis. Pada upacara penghargaan dia mengatakan: "Eksplorasi ruang, sebuah perjuangan kelas melawan kekuatan musuh yang berusaha merebut kedamaian dan kedaulatan. Kemajuan menguasai ruang adalah tujuan strategis [Korea Utara]."

Para ilmuwan yang terlibat dalam peluncuran roket pada 7 Februari 2016 diberinya gelar patriot terbaik dan pahlawan mengagumkan.Kim Jong-un  memberi medali, hadiah dan jam tangan bertuliskan nama ayah dan kakeknya. [yy/tempo]