25 Rabiul-Akhir 1443  |  Selasa 30 Nopember 2021

basmalah.png

Diajak Berunding, Taliban Minta Syarat Tahanan Politik Dibebaskan

Diajak Berunding, Taliban Minta Syarat Tahanan Politik DibebaskanFiqhislam.com - Taliban Afghanistan hari Sabtu (23/1/2016) meminta pembebasan tahanan politik sebagai salah satu syarat untuk mengajak pihaknya duduk di meja perundingan guna mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 15 tahun.

Dilansir Reuters, kelompok Taliban meminta sejumlah syarat agar perundingan bisa dilakukan, di antaranya pembebasan sejumlah tahanan politik (yang belum diketahui siapa saja), penghapusan nama Taliban dari daftar hitam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pencairan kembali aset-aset mereka, pencabutan larangan bepergian para tokohnya, serta Taliban diperbolehkan memiliki kantor politik yang diakui secara resmi.

Itu adalah “beberapa langkah awal yang diperlukan untuk perdamaian,” kata Taliban dalam sebuah pernyataannya. “Tanpa itu, kemajuan menuju perdamaian tidak mungkin diwujudkan.”

Thomas Ruttig, co-director Analysts Network di Kabul, mengatakan Taliban cukup konsisten dalam tuntutannya dan dia skeptis dorongan terakhir itu akan membawa hasil.

“Tuntutan pembebasan apa yang mereka sebut tahanan-tahanan politik juga sudah diagendakan dalam pembicaraan-pembicaraan sebelumnya,” kata Ruttig. Tuntutan terakhir ini bukan pertanda bahwa “Taliban bersedia ikut perundingan dalam waktu dekat.”

Tuntutan pembebasan tahanan politik oleh Taliban tersebut dikemukakan satu hari setelah wakil kelompok itu dan sejumlah mantan pejabat Afghanistan menghadiri sebuah pertemuan di Qatar yang digelar oleh Pugwash Conferences on Science and World Affairs, kelompok krisis pemenang hadiah Nobel Perdamaian. [yy/hidayatullah]

Taliban Minta Dihapus dari Daftar Hitam PBB

Anggota senior Taliban Afghanistan mengatakan, Taliban ingin dihapus dari daftar hitam PBB. Hal ini diajukan sebagai syarat sebelum mempertimbangkan bergabung kembali ke meja perundingan damai untuk mengakhiri perang saudara 15 tahun.

Setelah berbulan-bulan memburuknya pertempuran, Afghanistan dan negara tetangganya berusaha mengembalikan negosiasi ke jalurnya. Tapi anggota Taliban mengatakan kepada Reuters, bahwa kelompok tersebut bisa berpartisipasi jika Dewan Keamanan PBB membatalkan resolusi yang membekukan aset dan membatasi perjalanan para tokoh senior Taliban.

"Kami menyampaikan kepada mereka, pertama-tama hapus kami dari daftar hitam PBB dan izinkan kami secara bebas bepergian ke seluruh dunia dan kemudian baru kami akan pertimbangkan mengenai pembicaraan damai," kata anggota Taliban yang berbicara dengan syarat anonim.

Afghanistan pada 2010 mengatakan PBB telah setuju menghapus sejumlah anggota Taliban dalam daftar hitam, yang memutuskan hubungan dengan Alqaidah, dari daftar hitam PBB. Ini dilakukan dalam upaya membantu Afghanistan untuk menggelar pembicaraan yang melibatkan pemberontak. Dari 20 daftar nama yang diserahkan pemerintah Afghanistan, lima orang telah dihapus dari daftar. [yy/republika]