23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Pasukan Keamanan Filipina Tewaskan 42 Pengikut Abu Sayyaf

Pasukan Keamanan Filipina Tewaskan 42 Pengikut Abu SayyafFiqhislam.com - Pasukan keamanan Filipina menewaskan 42 pemberontak yang bergabung dengan kelompok militan ISIS. Mereka ditangkap pasukan Filipina selama lima hari pada pertempuran di Pegunungan Pulau Selatan.

Tiga tentara tewas dan 11 lainnya terluka ketika pasukan merebut benteng afiliasi Jamaah Islamiyah jaringan Asia Tenggara dari ISIS di Provinsi Lanao del Sur.

“Pasukan kami mampu merebut kubu teroris pada Kamis malam,” kata Juru Bicara Militer Filipina Mayor Filemon Tan kepada wartawan melalui sambungan telefon dari Pulau Selatan Mindanao, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (26/2/2016).

Ia mengungkapkan 42 militan ISIS tewas. Tan memperkirakan tentaranya kembali menembaki posisi pemberontak dengan jarak 105 milimeter howitzer pada Jumat 26 Februari. Sementara pesawat-pesawat angkatan udara menjatuhkan bom dan helikopter menembak roket dekat Kota Butig yang menjadi basis kelompok pemberontak terbesar di negara tersebut yakni Moro Islamic Liberation (MILF).

Lokasi MILF, lanjut dia, masih jauh dari tempat baku tembak dan pertempuran. Tentara membantu sedikitnya 8.000 pengungsi dari rumah mereka ketika pertempuran dimulai sejak 20 Januari 2016.

Sebelumnya Filipina menandatangani perjanjian perdamaian dengan MILF Maret 2014 untuk mengakhiri konflik selama 45 tahun yang sudah menewaskan lenih dari 120 ribu orang. Akibat kejadian tersebut, terdapat 2 juta pengungsi yang menghambat pertumbuhan ekonomi.

Filipina sendiri diketahui telah menandatangani perjanjian perdamaian dengan MILF pada Maret 2014. Hal itu mengakhiri 45 tahun konflik yang menewaskan lebih dari 120 ribu orang, menyebabkan 2 juta orang mengungsi, dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Tentara, polisi, dan pejabat Filipina percaya beberapa fraksi pemberontak, termasuk kelompok Abu Sayyaf, yang pindah menjadi militan ISIS. Namun mereka tidak menemukan bukti untuk mendukung hal ini.

Di tempat lain di Mindanao, tentara masih mengejar kelompok Abus Sayyaf yang menawan beberapa orang asing, termasuk Jepang, Belanda , dua warga Kanada serta Norwegia. [yy/okezone]