20 Safar 1443  |  Selasa 28 September 2021

basmalah.png

Netanyahu tak Terima Dikecam Cameron Soal Permukiman Yahudi

Netanyahu tak Terima Dikecam Cameron Soal Permukiman Yahudi

Fiqhislam.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis (25/2) mengecam PM Inggris David Cameron, sehari setelah Cameron mengecam perluasan permukiman Yahudi di Yerusalem Timur.

Netanyahu menuduh Cameron lupa kekuasaan Israel ialah memelihara kota suci tersebut dari kelompok fanatik. "Cameron, yang tak diragukan adalah teman Israel, tampaknya telah melupakan sebagian fakta dasar mengenai Yerusalem. Hanya kedaulatan Israel di Yerusalem menghalangi ISIS dan Hamas membakar tempat suci di kota tersebut, seperti mereka melakukannya di tempat lain di Timur Tengah," kata Netanyahu dalam satu konferensi Partai Likud yang dipimpinnya di Kota Ofakim di Israel Selatan.

Pada Rabu (24/2), Cameron mengecam pembangunan oleh Israel di Yerusalem Timur, daerah yang kebanyakan warganya adalah orang Palestina.

"Saya sangat diketahui sebagai teman baik Israel, tapi saya harus mengatakan untuk pertama kali saya mengunjungi Jerusalem dan melakukan perjalanan yang layak ke sekeliling kota itu dan melihat apa yang telah terjadi dengan pengepungan efektif atas wilayah pendudukan Jerusalem Timur. Itu sungguh mengejutkan," kata Cameron kepada Parlemen Inggris selama acara tanya jawab.

Israel menduduki Tepi Barat Sungai Yordan dan Jalur Gaza selama Perang Timur Tengah 1967, dan belakangan mencaplok Yerusalem Timur dalam tindakan yang dikutuk oleh masyarakat internasional. Permukiman Yahudi di Wilayah Palestina tidak sah berdasarkan hukum internasional dan masyarakat internasional menentang pembangunan permukiman Yahudi serta mengatakan pembangunan merusak prospek bagi berdirinya Negara Palestina berdampingan dengan Israel.

Lonjakan perlawanan Palestina, termasuk serangan penembakan, penikaman dan menabrakkan mobil yang sering terjadi, mulai terjadi di Yerusalem pada pertengahan September berkaitan dengan hak berkunjung ke tempat suci buat umat Muslim dan Yahudi. Kerusuhan dengan cepat menyebar ke Israel dan bagian lain Tepi Barat, dan sejauh ini menewaskan tak kurang dari 170 orang Palestina dan 28 orang Israel. [yy/republika]