23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Poltisi Jerman Sebut Polisi Harus Menembak Migran

Poltisi Jerman Sebut Polisi Harus Menembak Migran

Fiqhislam.com - Pemimpin partai sayap kana Jerman Alternativ fuer Deutschland (AfD) Frauke Petry mengatakan, polisi Jerman jika perlu harus menembak migran yang memasuki negara secara ilegal.

Pernyataan itu dikecam politisi sayap kiri dan kesatuan polisi Jerman.

Dilansir BBC News, Sabtu (30/1), Petry mengatakan kepada koran daerah bahwa ia juga tak menginginkan hal ini, tapi penggunaan angkatan bersenjata merupakan pilihan terakhir. Petry mengatakan kepada koran Mannheimer Morgen bahwa jika diperlukan polisi bisa menghentikan migran yang masuk secara ilegal dengan senjata api.

"Itu adalah apa yang hukum katakan," katanya.

Anggota terkemuka Sosial Democrats Thomas Oppermann mengatakan, politikus terakhir di mana pengungsi ditembak adalah pemimpin Komunis Jerman Timur Erich Honecker.

Kesatuan polisi Jerman juga mengatakan petugasnya tak akan pernah menembak migran. Mereka mengatakan komentar Petry menunjukkan mentalitas radikal dan tak manusiawi.

Tahun lalu lebih dari 1,1 juta migran tiba di Jerman. Jumlah serangan terhadap fasilitas pengungsi di Jerman juga naik dibanding tahun lalu dan lima kali lipat dari 2014.

Jerman Minta Imigran 'Pulang Kampung' Saat Perang Berakhir

Kanselir Jerman Angela Merkel, mencoba menenangkan orang-orang yang selama ini mengkritisi kebijakannya karena membuka pintu bagi pengungsi dari Suriah dan Irak. Merkel meminta kepada pengungsi untuk pulang ke kampung halamannya jika perang di dua negara tersebut berakhir.

Meskipun terus didesak, namun Merkel tetap berpegang teguh pada prinsipnya untuk mempersilahkan para pengungsi mencari tempat berlindung di negaranya. Protes atas kebijakan Merkel tersebut muncul setelah ada kekhawatiran bagaimana menangani sekitar 1,1 juta migran yang datang tahun lalu. Di sisi lain, kejahatan dan keamanan menjadi sorotan usai gelomnbang serangan terhadap perempuan di Cologne saat tahun baru oleh seorang pria dari Afrika Utara yang berpenampilan Arab.

Merkel menegaskan, sebagian besar pengungsi hanya diizinkan untuk tinggal di Jerman dengan waktu yang terbatas. ''Kita perlu mengatakan kepada orang-orang bahwa ini hanya penampungan sementara, dan kami berharap setelah Suriah damai, dan Irak mengalahkan ISIS, anda harus kembali ke negara asal dengan pengetahuan yang anda dapat,'' kata Merkel seperti dikutip Reuters, dalam pertemuan Christian Democratic Union, di negara bagian Mecklenburg-Vorpommern, Sabtu (30/1).

Ia mengungkapkan, 70 persen dari pengungsi melarikan diri ke Jerman dari negara bekas Yugoslavia yang pada tahun 1990-an telah kembali. Merkel juga mendesak negara-negara Eropa lainnya untuk menawarkan bantuan lebih banyak, karena jumlah pengungsi di perlu dikurangi, dan jangan sampai terus meningkat, terutama di musim semi. [yy/republika]