4 Jumadil-Awal 1443  |  Rabu 08 Desember 2021

basmalah.png

Geng Bertopeng di Swedia Menargetkan Serangan ke Imigran

Geng Bertopeng di Swedia Menargetkan Serangan ke Imigran

Fiqhislam.com - Sedikitnya 100 orang bertopeng dan berpakaian hitam berkumpul di pusat kota Stockholm, Swedia untuk menyerang orang-orang dengan latar belakang imigran, demikian sejumlah laporan menyebutkan.

Kepolisian Swedia mengatakan kelompok geng tersebut membagikan selebaran yang isinya menghasut orang-orang untuk menyerang para pengungsi.

Sejumlah saksi mata mengatakan orang-orang tersebut melakukan serangan fisik terhadap orang-orang yang diyakini sebagai orang asing. Namun, polisi belum mengkonfirmasi laporan-laporan ini.

Informasi adanya serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Swedia terkait krisis migran.

Sedikitnya 163.000 migran mengajukan permohonan suaka ke Swedia pada tahun 2015, jumlah tertinggi jika dibanding negara-negara Eropa lainnya.

Menurut surat kabar Aftonbladet, orang-orang yang mengenakan pakaian hitam dan bertopeng di Stockholm membagikan selebaran pada Jumat malam dengan slogan "Sudah cukup sekarang!"

Materi ancaman itu ditujukan kepada "anak-anak Afrika Utara yang berkeliaran di jalanan" dan "mereka layak mendapatkan hukuman."

Surat kabar itu mengunggah video yang memperlihatkan adanya bentrokan antara kelompok geng dan aparat polisi di stasiun kota Stockholm.

Dalam pernyataan resminya, kepolisian Stockholm mengatakan kelompok geng itu membagi-bagikan selebaran dengan tujuan menghasut orang-orang untuk melakukan kejahatan.

Seorang pria ditangkap setelah memukul wajah seorang anggota polisi. Beberapa orang lainnya ditahan karena tuduhan pelanggaran ketertiban umum.

Beberapa orang lainnya, yang mengenakan knuckledusters -senjata logam yang dikenakan pada jemari tangan, kata polisi.

Surat kabar itu juga mengutip saksi lainnya yang mengatakan dia melihat sejumlah pria memukuli orang-orang yang terlihat sebagai imigran di wilayah Sergelstorg, Stockholm.

Juru bicara kepolisian Swedia, Towe Haegg mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan aksi kekerasan terhadap orang-orang yang berlatar belakang imigran.

Namun, surat kabar Aftonbladet mewawancarai seorang remaja berusia 16 tahun yang mengaku wajahnya dipukul di dekat stasiun kereta kota Stockholm.

Ketegangan terkait migran meningkat di Swedia setelah seorang karyawati berusia 22 tahun ditikam sampai mati di lokasi penempatan pencari suaka awal pekan ini.

Seorang pria berusia 15 tahun dan diketahui sebagai pencari suaka telah ditangkap di Molndal, dekat Gothenburg, atas dugaan terkait pembunuhan tersebut.

Pada Kamis lalu, Menteri Dalam Negeri Swedia, Anders Ygeman mengatakan negara itu akan mendeportasi hingga 80.000 migran yang permintaan suakanya ditolak. [yy/news.detik]