20 Jumadil-Akhir 1443  |  Minggu 23 Januari 2022

basmalah.png
BERITA INTERNASIONAL

149 Pendukung Ikhwan Lolos Dari Hukuman Mati

149 Pendukung Ikhwan Lolos Dari Hukuman MatiFiqhislam.com - Pemerintah Mesir mulai lunak terhadap Ikhwanul Muslimin. Meski telah melarang organisasi Ikhwan, pengadilan di Mesir mengubah hukuman mati 149 pendukung Ikhwan dan memerintahkan dilakukannya pengadilan ulang.

Mereka dihukum karena pada tahun 2013 menyerang sebuah kantor polisi di Kerdasa, dekat Kairo, di mana paling tidak 11 polisi terbunuh.

Mesir menindak kelompok berhaluan Islam tersebut sejak militer menjatuhkan paksa Presiden Muhammad Mursi pada tahun 2013.

Ratusan pendukungnya dihukum mati lewat pengadilan massal. Pengadilan tersebut dikecam luas sejumlah kelompok hak asasi manusia dan PBB.

Mursi, yang berasal dari Ikhwanul Muslimin, digulingkan setelah terjadi unjuk rasa besar-besaran menentangnya.
Pada tanggal 14 Agustus 2013, pasukan keamanan Mesir menutup kamp unjuk rasa pendukung Ikhwan dan menewaskan ratusan orang Ikhwan.

Sekitar 188 orang dihukum karena serangan Kerdasa, tetapi kebanyakan divonis in absentia, sehingga mereka perlu menyerahkan diri agar dapat dilakukan pengadilan ulang.

Mantan panglima Angkata Bersenjata Abdul Fattah al-Sisi yang memimpin penggulingan Mursi kemudian menjadi presiden.
Sejak itu, lebih 1.000 orang tewas dan 40.000 orang diyakini dipenjara lewat sejumlah penggerebekan polisi terhadap kelompok Islam.

Sebagian besar dari mereka adalah pendukung Ikhwan, yang dinyatakan kelompok terlarang oleh pemerintah pada tahun 2013. Tetapi pegiat sekuler dan liberal kemudian juga dihukum karena dianggap melanggar undang-undang unjuk rasa tahun 2013.

Ribuan pendukung Ikhwan telah dibunuh dan dipenjara oleh diktator presiden As Sisi sejak ia menjadi presiden Mesir. Suasana politik Mesir kini lebih buruk daripada masa Husni Mubarak. [yy/sharia]