30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Inggris Bantah Perlakukan Pendiri WikiLeaks Semena-mena

Inggris Bantah Perlakukan Pendiri WikiLeaks Semena-menaFiqhislam.com - Inggris membantah memperlakukan pendiri WikiLeaks Julian Assange sewenang-wenang dengan membuatnya tinggal di kedutaan Ekuador.

Inggris mengatakan, Assange telah menghindari penangkapan dengan melarikan diri ke kedutaan Ekuador di London. Padahal, Inggris berkewajiban mengekstradisinya ke Swedia atas tuduhan pem

erkosaan. Assange sudah tinggal selama 3,5 tahun di kedutaan Ekuador.

"Kami secara konsisten jelas, Assange tidak pernah diperlakukan sewenang-wenang oleh Inggris, tetapi pada kenyataannya, ia secara sukarela menghindari penangkapan yang sah dengan memilih tetap tinggal di kedutaan Ekuador," kata juru bicara pemerintah.

Sementara tuduhan pemerkosaan masih beredar dan adanya European Arrest Warrant membuat Inggris memiliki kewajiban hukum untuk mengekstradisi Assange ke Swedia.

Assange membantah tuduhan tersebut dan meminta bantuan PBB. Ia khawatir Swedia akan mengekstradisinya ke Amerika Serikat di mana ia bisa diadili atas penerbitan WikiLeaks tentang dokumen militer dan diplomatik rahasia yang merupakan salah satu kebocoran terbesar dalam sejarah AS.

PBB Dukung Pendiri WikiLeaks

Sebuah panel PBB menyatakan Jumat (5/2), pendiri WikiLeaks, Julian Assange telah diperlakukan sewenang-wenang. Panel tersebut juga mendesak Inggris dan Swedia untuk mengakhiri 'perampasan kebebasan Assange'.

Panel PBB menilai Assange berhak mendapat kebebasan bergerak. Dalam sebuah pernyataan setelah menyimpulkan ada kekurangan kebebasan, kelompok kerja juga menemukan penahanan sewenang-wenang Assange.

"Karena ia ditahan dalam isolasi selama tahap pertama penyelidikan yang mengakibatkan penahanan dan karena kurangnya ketekunan Jaksa Swedia dalam penyelidikan yang mengakibatkan penahanan panjang Assange," katanya dilansir Washington Post, Jumat (5/2).

Assange telah bersembunyi selama lebih dari tiga tahun di Kedutaan Besar Ekuador di pusat London. Assange menghabiskan waktu di Kedubes untuk menghindari ekstradisi ke Swedia atas tuduhan pemerkosan.

Namun ia bersikeras menyangkalnya. Panel PBB tidak memiliki wewenang hukum, tetapi keputusannya sering membawa pengaruh dalam sengketa internasional.

Assange awalnya ditangkap di London pada 2010 menyusul Surat Perintah Penangkapan Eropa yang dikeluarkan Swedia. Ia ditahan di penjara Wandsworth selama 10 hari dan berada di dalam kurungan khusus.

Setelah pengadilan nggris memutuskan ekstradisi, ia melarikan diri ke Kedubes Ekuador yang telah menawarkan suaka di tengah kekhawatiran kemungkinan menghadapi dakwaan di Amerika Serikat. Assange menghadapi bocornya dokumen termasuk pembocoran kabel Departemen Luar Negeri. [yy/republika]