20 Safar 1443  |  Selasa 28 September 2021

basmalah.png

Perang Verbal Capres AS Memanas, Marco Rubio Sebut Donald Trump Penipu

Perang Verbal Capres AS Memanas, Marco Rubio Sebut Donald Trump Penipu

Fiqhislam.com - Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump mendapat serangan keras dari Senator Florida Marco Rubio, sesama kandidat capres. Terang-terangan, Rubio menyebut pengusaha real estate itu sebagai penipu.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (27/2/2016), perang verbal semakin panas menjelang Super Tuesday yang jatuh 1 Maret mendatang. Super Tuesday merupakan hari ketika beberapa negara bagian AS, 11 negara bagian untuk Partai Demokrat dan 12 negara bagian untuk Partai Republik, menggelar pemilihan awal dan kaukus secara serentak. (Baca juga:
Donald Trump Menang Besar di Nevada)

Dalam proses pemilu AS yang rumit, Super Tuesday bisa menjadi gambaran hasil akhir pemilihan awal dan kaukus secara keseluruhan. Tujuan utamanya adalah memilih kandidat yang mewakili masing-masing partai, baik Partai Republik maupun Partai Demokrat dalam pemilihan presiden AS pada November mendatang.

Partai Republik tengah dilanda kegundahan karena Trump terus mendominasi pemilihan awal dan kaukus yang digelar di beberapa negara bagian. Rubio bersama Senator Texas Ted Cruz yang menjadi pesaing terberat Trump, bertubi-tubi melontarkan serangan terhadap Trump.

"Seorang penipu akan mengambil alih Partai Republik dan pergerakan konservatif dan kita harus menghentikannya," ucap Rubio yang juga Senator Florida ini dalam wawancara dengan media setempat, CBS, pada Jumat (26/2) waktu setempat. (Baca juga:
Mantan Presiden Meksiko Sebut Donald Trump Gila
)

Rubio kembali menyinggung Trump saat berkampanye di Dallas, Texas. "Permainan akan segera dimulai. Permainan penipu di mana dia akan mendatangi rakyat Amerika yang berjuang, terluka dan mengatakan 'Saya berjuang untuk Anda karena saya pria tangguh.' Pria tangguh? Pria ini mendapat warisan US$ 200 juta. Dia tidak pernah menghadapi perjuangan berat," sebutnya merujuk pada Trump.

Dalam debat Partai Republik di Houston pada Kamis (25/2), Rubio dan Cruz menjalankan strategi baru dengan menyerang Trump secara agresif. Keduanya kompak menjadikan miliarder ternama AS itu berada di posisi yang tidak biasa saat debat, yakni sibuk membela diri.

Sejauh ini, Trump meraup kemenangan di tiga negara bagian dari total empat negara bagian yang sudah menggelar pemilihan awal dan kaukus. Jika Trump kembali menang di sebagian besar negara bagian pada Super Tuesday nanti, maka ini bisa menjadi akhir perjalanan bagi kandidat Republik lainnya.

Sementara itu, Trump melontarkan serangan balik terhadap Rubio melalui akun Twitter-nya pada Jumat (26/2) waktu setempat. Trump menyebut Rubio yang lebih mudah darinya ini sebagai 'Mr Meltdown' yang tidak memiliki kemampuan memimpin. [yy/news.detik]

Donald Trump Dituduh Melakukan Penyerangan Seksual

Miliader Donald Trump dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan. Tuduhan ini datang menjelang pemilihan umum (pemilu) pendahuluan pada Super Tuesday pada 1 Maret mendatang.

The Guardian melaporkan bahwa seorang perempuan, yang The Independent memilih tak menyebut namanya, mencuatkan tuduhan bahwa Trump yang memiliki kesepakatan bisnis dengan pacarnya melakukan pelecehan. Ia mengaku dibawa ke kamar hotel dan disentuh dengan intim tanpa persetujuan.

Ia juga menuduh Trump merabah-rabanya pada beberapa kesempatan. Trump menurutnya juga melakukan perilaku seksual berbahaya dan ofensif padanya antara tahun 1992 dan 1997. Menurutnya insiden tersebut membuat emosinya hancur dan putus asa. Ia mengajukan gugatan senilai 125 juta dolar AS.

Kasus ini hadir bertepatan dengan sengketa hukum lain Trump, yang diajukan mantan pacar perempuan itu kepada Trump atas dugaan pelanggaran kontrak berkaitan dengan bisnis kontes kecantikan mereka. (Baca: Donald Trump Tuduh Mantan Presiden AS Berbohong)

Trump menyangkal tuduhan tersebut. Penasihatnya Michael Cohen juga mengatakan tak ada kebenaran di balik tuduhan penyerangan seksual itu. 

Namun The Guardian menghubungi wanita itu dan menanyakan apa ia masih bersiteguh dengan klaim tuduhan yang sama. Wanita itu nampaknya menjawab "Ya". Juru bicara Trump tak bersedia memberi komentar kepada The Guardian.

"Aku bertemu dengannya (Donald) baru-baru ini, dan ia bilang aku terlihat baik. Aku tidak punya hal baik untuk berkomentar soal Trump," katanya. 

Bagiamanapun dalam gugatan 1997nya, perempuan itu menyatakan Trump mencoba menyentuhnya di bagian intim pribadi selama pertemuan makan malam. Ia juga diperkenalkan sebagai pacar oleh Trump kepada rekan-rekannya.

Ia menuduh pelecehan terus berlanjut setelah perempuan itu menjadi mitra Trump dalam bisnis kontes kecantikan yang berjudul America Dream Festival. Binsis kontes itu dipimpin oleh mantan pacarnya.

Perempuan itu juga mengklaim Trump kerap membuat komentar meremehkan selama kontes kecantikan yang mereka gelar. Pernah menurutnya Trump mengomentari kontestan asal Ceko seperti "obyek seks" dan "sepotong pantat besar".

Tapi New York Daily News melaporkan setelah pertikaian bisnis, perempuan dan mantan suaminya masih menghadiri pesta perpisahaan Trump dengan istrinya Maples Marla di Florida. [yy/republika]