17 Jumadil-Akhir 1443  |  Kamis 20 Januari 2022

basmalah.png
BERITA INTERNASIONAL

Korut Klaim Punya Senjata dengan Kemampuan Tembak Terpanjang Dunia

Korut Klaim Punya Senjata dengan Kemampuan Tembak Terpanjang DuniaFiqhislam.com - Korea Utara (Korut) mengklaim baru mengembangkan senjata antitank yang begitu kuat. Senjata tersebut bahkan dianggap bisa mengubah tank lapis baja musuh menjadi "labu rebus".

Media Pemerintah Korut mengatakan, pemimpin Kim Jong-un telah menyaksikan uji coba portabel roket dengan dipandu laser. Kim menyatakan, senjata tersebut memiliki kemampuan menembak terpanjang di dunia dan seakurat senapan penembak jitu.

"Dia (Kim Jong-un--Red) mencatat dengan kepuasan besar bahwa, bahkan tank lapis baja khusus dan mobil dari musuh-musuh yang membanggakan kemampuan manuver tinggi dan daya mencolok adalah tidak lebih dari 'labu rebus'," tulis pernyataan dari kantor berita KCNA dilansir dari Channel News Asia, Sabtu (27/2).

Kim menyerukan senjata untuk masuk ke produksi massal sesegera mungkin dan mengerahkannya di unit garis depan dan unit pertahanan pesisir.

Korut memiliki militer besar. Sebanyak 1,2 juta tentara aktif dari penduduk sekitar 25 juta, dua kali lipat ukuran angkatan bersenjata di Korea Selatan yang memiliki dua kali lebih banyak penduduk.

Akan tetapi, sebagian besar senjata Korut sudah ketinggalan zaman dan militer kesulitan lantaran kekurangan bahan bakar. Kekurangan kian buruk ketika negara ini ditampar dengan sanksi baru keras PBB. Sanksi Dewan Keamanan PBB, termasuk larangan pasokan avtur ke Korea Utara.

Korut mengawali tahun baru dengan klaim uji coba bom hidrogen pertama pada 6 Januari. Pada 7 Februari, Korut meluncurkan satelit dan dikutuk oleh banyak orang di dunia sebagai uji teknologi rudal yang dilarang.

Selama 20 tahun terakhir, Korea Utara melakukan empat tes nuklir dan meluncurkan enam roket jarak jauh. Semua itu melanggar Resolusi Dewan Keamanan. [yy/republika]

Roket Korut Bikin Tank Musuh Jadi Labu Rebus

Rezim Korea Utara (Korut) yang dipimpin Kim Jong-un mengklaim roket baru anti-tank lapis baja yang mereka kembangkan telah diuji coba. Roket baru itu diklaim membuat tank musuh yang ditembak menjadi seperti labu rebus.
 
Klaim itu dilaporkan kantor berita KCNA, Sabtu (27/2/2016). Media Pemeritah Pyongyang itu melaporkan bahwa, Kim Jong-Un telah menyaksikan tes dari roket portabel yang dipandu laser.
 
Roket baru itu, lanjut KCNA, memiliki daya tembak terpanjang di dunia. Bahkan, akurasinya diklaim seakurat senapan penembak jitu.
 
Dia mencatat dengan kepuasan besar, bahwa bahkan tank lapis baja khusus dan mobil dari musuh-musuh yang membanggakan kemampuan manuver tinggi dan kekuatan yang mencolok, tidak lebih dari labu rebus sebelum akhirnya ditembak senjata anti-tank,” tulis media Pemerintah Korut itu.
 
Kim menyerukan senjata baru Korut itu masuk ke produksi massal sesegera mungkin. Dia juga memerintahkan agar senjata itu dikerahkan untuk unit garis depan dan unit pertahanan pesisir.

Korut yang dianggap sejumlah negara—terutama Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel) dan Jepang—sebagai negara berbahaya telah mempertahankan kekuatan militernya.
 
Negara itu memiliki sekitar 1,2 juta tentara aktif dari jumlah penduduknya sekitar 25 juta. Jumlah tentara aktif Korut itu dua kali lipatnya dari pasukan yang dimiliki Korsel.
 
Kendati demikian, banyak pihak yang meyakini militer Korut ketinggalan zaman karena negara itu kekuarangan dana. Hal itu diperparah dengan rentetan sanksi dari sejumlah negara setelah Korut menguji coba senjata nuklir jenis bom hidrogen dan roket jarak jauh baru-baru ini. [yy/sindonews]

Uji Rudal Sukses, AS Yakin Bisa Tandingi Korut

Amerika Serikat (AS) mengklaim sukses menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) Minuteman III di wilayah California, kemarin. Kesuksesan itu pun membuat AS optimis bisa menandingi senjata nuklir Korut yang disebut-sebut bisa menghancurkan sebagian wilayah negara itu.

Wakil Menteri Pertahanan AS, Robert Work, dan Komandan Tempur unit Nuklir AS, Laksamana Cecil Haney, mengaku yakin pertahanan rudal AS bisa melawan ancaman nuklir dari PyongYang, meskipun catatan keberhasilan uji coba tidak mulus.

"Saya pikir setelah Anda melihat uji coba itu didesain untuk apa, dan itu adalah tipe permasalahan yang ditimbulkan oleh Korut, Saya pikir dan saya punya keyakinan tinggi jika kami memiliki kemampuan untuk itu (menandingi nuklir Korut)," kata Haney seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (27/2/2016).

Sementara Wakil Menteri Pertahanan AS, Robert Work memandang uji coba ICBM Minuteman III adalah suatu keberhasilan karena rudal tersebut berhasil mendekati sasaran di dekat pulau Atol Kwajalein di Pasifik selatan.

Work mengatakan, itu adalah kesuksesan rudal Minuteman III kedelapan secara berturut-turut dan kesuksesan tes rudal nukli ke-27 secara berturut-turut, termasuk rudal jelajah udara yang diluncurkan dan rudal kapal selam. [yy/sindonews]