17 Jumadil-Akhir 1443  |  Kamis 20 Januari 2022

basmalah.png
BERITA INTERNASIONAL

Erdogan Geram Lihat AS Mesra dengan Kurdi

Erdogan Geram Lihat AS Mesra dengan KurdiFiqhislam.com - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, kembali mengungkapkan kejengkelannya melihat “kemesraan” mitranya, Amerika Serikat dengan musuhnya yang dianggap teroris, Partai Persatuan Demokratik Suriah-Kurdi (PYD).

Kemesraan AS dengan musuh bebuyutan Turki itu ditunjukkan dengan kedatangan Brett McGurk, utusan Presiden AS, Barack Obama pada 2 Februari 2016 lalu ke basis PYD di Kobanî, Suriah Utara.

Kunjungan AS itu merupakan bentuk dukungan moril terhadap Kurdi, yang diklaim AS turut membantu peperangan terhadap kelompok teroris ISIS.

Ditambah, juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) AS, John Kirby pada Senin, 8 Februari 2016 lalu, menegaskan bahwa AS tak menganggap PYD berada di dalam daftar hitam kelompok teroris.

Sehari setelahnya pada Selasa, 9 Februari 2016, Kemenlu Turki kemudian menyampaikan nota protes mereka terhadap pernyataan Kirby tersebut, kepada Duta Besar AS untuk Turki, John Bass.

Kini, Erdogan kembali menekankan rasa frustrasinya, bahwa AS harus memilih “kawan”, antara Turki atau Kurdi yang selama ini jadi momok tersendiri buat Erdogan.

“Amerika, berapa kali saya bertanya pada kalian: pilih kami atau PYD? Kemitraan yang kita punya ini seolah jadi aneh,” kesal Erdogan, disitat Sputnik, Kamis (11/2/2016).

“Terlepas dari fakta penjelasan semuanya kepada mereka (AS), mereka masih bilang bahwa PYD bukan teroris Tapi mereka (PYD) jelas-jelas teroris. Kalian (AS) masih saja belum mengerti hal ini. Namun kalian harus mendengarkan seruan ini dengan baik,” tandasnya. [yy/okezone]

AS Jadikan Timur Tengah sebagai ‘Lautan Darah’

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dikabarkan telah menyatakan bahwa AS adalah pencipta “lautan darah” di wilayah Timur Tengah. Dalam melancarkan aksinya, AS mendapatkan dukungan dari Partai Demokrat Persatuan Kurdi Suriah dan sayap militernya, dan Unit Perlindungan Rakyat (YPG).

“Hei AS! Kami tahu ini wilayah kami sangat baik. Namun, karena Anda tidak pernah mengakui kelompok pejuang dan menyebutnya sebagai kelompok teror, wilayah kami berubah menjadi lautan darah,” kata Erdogan pada pidatonya di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Rabu (10/2/2016).

“Hei AS! Berapa kali kami harus mengingatkanmu? Apakah Anda bersama kami atau bersama PYD dan kelompok teror YPG yang merupakan musuh kami? Apa jenis kemitraan ini? Apakah ada perbedaan antara PKK dan PYD? Apakah ada perbedaan dengan YPG? ” tambah Erdogan.

Sehari sebelumnya, Turki telah memanggil utusan AS untuk Turki, John Bass. Turki memprotes pernyataan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby, yang telah mengatakan bahwa AS tidak menganggap PYD sebagai organisasi teroris. [yy/islampos]