fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

Politikus Israel: Tak Ada Huruf 'P' di Bahasa Arab, Tak Ada Negara Palestina

Politikus Israel: Tak Ada Huruf 'P' di Bahasa Arab, Tak Ada Negara PalestinaFiqhislam.com - Seorang politikus dan anggota Knesset (parlemen) Israel menolak solusi dua negara dengan alasan tidak ada negara Palestina. Menurutnya, huruf “P” tidak ada dalam bahasa Arab, sehingga ide negara Palestina harus dipertanyakan.

Bahkan tidak ada (huruf) 'P' dalam bahasa Arab, sehingga istilah itu yang dipinjam untuk menganalisis kelayakannya,” kata Anat Berko, politikus Partai Likud, partai yang dipimpin Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Komentar itu muncul ketika dia terlibat perdebatan tentang solusi dua negara pada hari Rabu. ”Tapi ada Otoritas Palestina di sebelah kami; kami tidak menyangkalnya,” ujarnya seperti dikutip Jerusalem Post.

Penggunaan argumen “linguistik” untuk mempertanyakan keabsahan nama negara Palestina itu membuat marah Tamar Zanderg, anggota parlemen Israel dari Partai Maretz, sebuah partai sayap kiri Israel.

Apa? Apakah semua orang mendengar ini? Apakah Anda idiot?,” tanya Tamar Zanderg kepada Merko.

Tidak ada 'P'... 'Pah, pah, pah,' tidak ada Pah’. Adanya 'Fah,” ulang Berko menjawab pertanyaan itu.

Dalam bahasa Arab, kata "Palestina" memang dilafalkan "Falesteen. Namun, penggunaan argumen linguistik seperti itu tidak bermakna untuk menafsirkan hukum internasional atau mempengaruhi proses negosiasi perdamaian Israel dan Palestina. [yy/sindonews]