18 Dzulhijjah 1442  |  Rabu 28 Juli 2021

basmalah.png

Wariskan 29 Juta Dolar AS, Begini Wasiat Usamah bin Laden

Wariskan 29 Juta Dolar AS, Begini Wasiat Usamah bin LadenFiqhislam.com - Pemimpin Alqaidah Usamah bin Ladin menguraikan bagaimana setidaknya 29 juta dolar AS dari harta miliknya harus dibagi setelah kematiannya. Ia meminta sebagian besar digunakan untuk melanjutkan jihad global.

Salah satu surat, bagian dari 113 dokumen yang diambil saat serangan pasukan khusus AS pada 2011 yang menewaskan bin Ladin. Pejabat intelijen AS percaya itu adalah wasiat terakhir. Wasiat itu adalah bagian dari tahap kedua dari dokumen yang disita dalam operasi dan telah dibuka untuk umum sejak Mei 2015. Sebagian besar dokumen belum akan dirilis.

Satu dokumen yang dipercaya berdasarkan pejabat intelijen AS, disusun oleh militan asal Saudi pada akhir 1990-an. Dokumen itu menunjukkan bagaimana bin Ladin ingin mendistribusikan sekitar 29 juta dolar AS yang dimilikinya di Sudan.

Bin Ladin menulis, satu persen dari 29 juta dolar AS harus diberikan ke Mahfouz Ould al-Walid, seorang militan senior Alqaidah yang menggunakan nom de guerre Abu Hafs al-Mauritani. "Omong-omong, dia (al-Walid) telah menerima 20-30 ribu dolar dari uang itu," katanya. Bin Ladin tinggal di Sudan selama lima tahun sebagai tamu resmi sampai ia diminta pergi pada Mei 1996 oleh pemerintah fundamentalis di bawah tekanan AS.

Bin Ladin berwasiat satu persen dari jumlah uang tersebut harus diberikan kepada rekan kedua Insinyur Abu Ibrahim al-Irak Sa'ad untuk membantu mengatur perusahaan pertama bin Ladin di Sudan, Wadi al-Aqiq Co. Dia mendesak kerabat dekat untuk menggunakan sisa dana guna mendukung perang suci. "Saya berharap untuk saudara laki-laki dan perempuan dan bibi untuk mematuhi kehendak saya menghabiskan semua uang yang saya tinggal pada jihad si Sudan demi Allah," tulisnya.

Jumlah tertentu dalam riyal Saudi dan emas harus dipisahkan antara ibunya, seorang putra, putri, paman, dan anak-anak pamannya dan bibi dari ibu. Dalam surat tertanggal 15 Agustus 2008 dan ditujukan 'Untuk Bapak Mulia Saya, bin Ladin meminta istri dan anak-anak dirawat jika ia meninggal lebih dulu.'

Tidak jelas kepada siapa bin Ladin menulis. Ayahnya, Mohammed bin Ladin, tewas dalam kecelakaan pesawat 1967. Namun, dugaan muncul apakah mungkin itu merujuk ke ayah tirinya, Mohammad al-Attas. Dalam paragraf terakhir, ia meminta maaf jika telah melakukan apa yang tidak disuka.

Osama Pernah Diingatkan Munculnya Bibit ISIS

Dokumen pribadi Osama bin Laden yang dirilis Kantor Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS) juga mengungkap pemberitahuan terkait munculnya bibit-bibit radikal di Irak yang kini menjadi ISIS.
 
Ratusan dokumen pribadi pendiri Al-Qaeda itu disita AS bersamaan dengan penggerebekan Osama oleh pasukan khusus AS di lokasi persembunyiannya di Abbottabad, Pakistan, pada 2011 silam.
 
Sedangkan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) secara resmi dideklarasikan pada tahun 2014.
 
Dalam sebuah surat yang ditulis anggota Al-Qaeda; Abu Al-Abbas, kepada Osama bin Laden, menunjukkan bahwa kelompok militan di Irak tidak lagi menjawab seruan Al-Qaeda. Sebaliknya, mereka menargetkan warga Muslim yang dituduh tidak mengobarkan jihad.

Secara khusus, Abbas mengatakan kelompok itu merebut tanah dan kendaraan dari umat Islam lainnya. Mereka juga menyiksa warga berdasarkan kecurigaan, dan membunuh kelompok saingan yang berjuang melawan Amerika.

Meskipun diberi tahu munculnya bibit-bibit radikal yang berbahaya itu, Osama bin Laden, kala itu cenderung meremehkannya.
 
Hal ini (penyiksaan) terjadi banyak di bidang jihad secara umum,” tulis Osama dalam suratnya. ”Mungkin (Anda) mengandalkan pendongeng tertentu, yang Anda pikir dapat diandalkan, tetapi mereka tidak,” lanjut Osama yang seolah tidak percaya dengan pemberitahuan anak buahnya itu.

Namun, pada saat yang sama, Pemimpin Al-Qaeda tersebut merasa perlu untuk mengeluarkan seruan direktif pada para militan untuk menghindari pertempuran sesama kelompok yang berjuang melawan AS.

Kami meminta Anda untuk menjauh dari siapa saja yang memerangi tentara salib selama fase ini, terlepas dari apakah mereka adalah ateis, sekuler Ba'athists, atau orang-orang kafir,” lanjut surat Osama bin Laden, seperti dikutip Russia Today, Rabu (2/3/2016).

Usamah Bin Ladin Minta Rakyat AS Dukung Obama

Mantan petinggi Alqaidah, Usamah bin Ladin, ternyata pernah menulis surat yang ditujukan kepada publik Amerika Serikat (AS). Isi surat itu, antara lain, mengimbau warga AS agar mendukung Presiden Barack Obama dalam melawan perubahan iklim "yang dahsyat" dan melindungi "kemanusiaan".

Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (1/3), kepedulian Usamah bin Ladin terhadap isu lingkungan itu terungkap setelah Pemerintah AS mempublikasikan hasil temuan militernya, kemarin (1/3).

Seperti diketahui, pada 2 Mei 2011 silam, pasukan militer AS menyerbu lokasi persembunyian Usamah di Pakistan. Selain berhasil membunuh Usamah, militer AS juga mengambil semua dokumen milik sosok yang diklaim sebagai dalang peristiwa teroris 11 September 2001 itu. Adapun surat tersebut ditulis tangan dan menggunakan bahasa Arab.

Laporan Reuters menyebutkan, pejabat intelijen AS meyakini surat tersebut ditulis oleh Usamah bin Ladin, meskipun tak ada tanda tangan dalam surat itu. Diduga, surat ini ditulis pada 2009 atau ketika Barack Obama baru menjalankan tugasnya sebagai presiden AS.

Dalam surat yang sama, Usamah juga menuding para kapitalis perusahaan multinasional dan pelobi sebagai dalang krisis keuangan AS pada 2007-2008. Menurut dia, krisis itu memuluskan jalan bagi serangan AS ke Irak dan Afghanistan.

Karena itu, Usamah mengimbau rakyat AS untuk melakukan "revolusi besar demi kebebasan" agar Presiden Obama selamat dari pengaruh dua dalang krisis finansial itu. Bila tak demikian, tulis Usamah, Presiden Obama tak bisa membuat "keputusan yang masuk akal untuk melindungi kemanusiaan dari petaka yang mengancam".

Usamah juga menegaskan, lebih baik dunia internasional perhatian terhadap perubahan iklim, alih-alih menggaungkan perang terhadap Islam. "... dunia seharusnya berupaya sekuat tenaga untuk mengurangi gas (penyebab pemanasan global)," demikian kutipan surat untuk seseorang bernama Syekh Mahmud dan diyakini sebagai tulisan tangan Usamah bin Ladin.

"Ini perjuangan antara dua kekuatan besar budaya dunia, dan perjuangan ini berada dalam bayang-bayang kondisi perubahan iklim yang gawat." [yy/republika]

Tags: bin Laden