30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Rusia Bantah Negaranya Bombardir Warga Sipil Suriah

Rusia Bantah Negaranya Bombardir Warga Sipil Suriah

Fiqhislam.com - Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev membantah bahwa negaranya membombardir warga sipil di Suriah.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan, sedikitnya 1.015 warga sipil, termasuk 250 anak-anak tewas akibat serangan udara Rusia.

Tapi, Medvedev membantahnya karena tak ada bukti sama sekali "meskipun semua orang menuduh kami melakukannya".

SOHR menambahkan bahwa hampir seperempat korban serangan udara Rusia masih berusia di bawah 18 tahun.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menolak pernyataan presiden Suriah Bashar al-Assad yang berniat untuk terus berperang sampai dapat kembali mengendalikan negaranya.

Kerry mengatakan bahwa Assad "telah dibodohi" jika tetap yakin perang sipil dapat diakhiri dengan senjata.

Rekaman Horor, Russia Jatuhkan Bom Cluster di Aleppo

Pada Senin 15 Januari, pesawat jet tempur Rusia melancarkan serangan ke Kota Aleppo, Suriah dengan menggunakan bom cluster.

Detik-detik ketika pesawat tersebut menghujani wilayah perumahan di Aleppo dengan bom cluster sempat terekam kamera ponsel. Serangan mematikan tersebut dilancarkan oleh pesawat jet jenis Su-34 di wilayah Haritan, Aleppo.

Di dalam rekaman tersebut terlihat pesawat jet mulai mendekati kota pada pagi hari yang tampak dalam keadaan tenang.

Mendadak, kumpulan rumah yang berada di kejauhan terlihat dipenuhi cahaya dari rentetan bom yang meledak secara bersamaan. Asap hitam terlihat mengepul dari lokasi yang baru dihujani bom cluster oleh pesawat jet tempur Rusia.

Namun itu hanya serangan pertama, pasalnya pesawat Su-34 tersebut kembali melancarkan serangan bom ke wilayah blok jalan yang tidak jauh dari lokasi sebelumnya. Serangan kedua ini pada rekaman tersebut terlihat mengenai dua jalan panjang dan bangunan di sekitarnya.

Kembali, cahaya terang diiringi dengan ledakan memecahkan keheningan Kota Aleppo dan menyisakan kepulan asap hitam, hingga berita ini dilansir masih belum diketahui jumlah korban dari serangan bom cluster ini.

Bom cluster adalah jenis bom yang bersifat menyebar di area targetnya, sehingga dampak kerusakannya lebih besar dari bom biasa.

Sebagaimana dilansir dari Mirror, Selasa (16/2/2016) sebelum serangan Su-34 di Aleppo ini, Rusia diklaim telah melancarkan serangan udara di Kota Maare al-Numan yang diduduki oleh pemberontak rezim Assad dan menewaskan 23 warga sipil. [yy/atjehcyber/
VIDEO]

Video: Memilukan, Bayi Suriah Menangis Histeris Usai RS Dihantam Rudal

Badan amal dunia marah atas serangan udara yang dilakukan Rusia terhadap rumah sakit anak di Suriah utara.

Sebuah video memilukan menunjukkan bagaimana bayi yang sedang di rawat di rumah sakit tersebut, dan masih berada di dalam inkubator, menangis bersautan usai serangan pada Senin (15/02/2016).

Seluruh bayi yang ada di rumah sakit yang terletak di kota Azaz itu ketakutan dan tak henti-hentinya menangis. Seorang wanita terdengar berteriak "cepat", mungkin untuk segera memindahkan bayi-bayi yang masih membutuhkan perawatan itu, sementara pecahan kaca berserakan di lantai.

Rudal Rusia yang menghantam rumah sakit anak dekat perbatasan Turki itu menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai lebih dari 30 lainnya, Associated Press melaporkan.

Ini adalah satu dari lima rumah sakit dan dua sekolah yang menjadi target serangan Rusia, yang menewaskan setidaknya 50 orang.

Dalam peristiwa terpisah, rudal mengahantam rumah sakit lainnya di kota Marat Numan, Provinsi Idlib, kata presiden Dokter Lintas Batas (MSF), yang mengelola tempat tersebut. Tujuh orang, termasuk dokter dan pasien, tewas sementara delapan lainnya hilang.

Sementara itu, sebuah rumah sakit di Provinsi Idlib dihantam rudal sebanyak empat kali dalam dua serangan berbeda.

Kepala misi MSF di Suriah, Massimiliano Rebaudengo, mengatakan: "Ini adalah serangan yang dilakukan secara sengaja terhadap fasilitas kesehatan, dan kami sangat mengutuk serangan ini.

"Serangan terhadap rumah sakit ini membuat kota dengan populasi 40 ribu orang tak dapat mengakses layanan kesehatan di zona konflik." [yy/rimanews/VIDEO]