25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Setelah Bom Ankara, Turki Gempur Markas Militan Kurdi

Fiqhislam.com - Selang sejam setelah bus berisi pasukan militer Turki di ledakan di Kota Ankara, dan menewaskan 28 orang. Pemerintah Turki juga dikabarkan melakukan penggempuran atas markas militan Kurdi (PKK) di utara Irak.

Dilansir dari Independent, Kamis (18/2/2016), media Turki mensinyalir penggempuran itu sebagai serangan balasan dari Pemerintah Turki atas serangan bom mobil di Kizilay pada 18.44 waktu Ankara. Hal ini dikarenakan, adanya pelaku yang berkewarganegaraan Suriah, teridentifikasi memiliki keterlibatan dengan kelompok pemberontak tersebut.

Otoritas sudah menemukan beberapa pelaku dari sidik jarinya. Salah seorang pria dipastikan adalah pengungsi dari Suriah yang mencari suaka di Turki. Demikian keterangan dari surat kabar harian pro pemerintah Yeni Safak.

Kemungkinan serangan balasan itu, menurut media tersebut juga didukung dengan pernyataan Sang Presiden Recep Tayyip Erdogan yang menyatakan takkan segan-segan mengerahkan pasukannya untuk menggempur musuh kapan pun dan dimana pun.

Namun begitu, pihak pemerintah sendiri belum mengonfirmasi kelompok mana yang mendalangi pembunuhan atas puluhan tentara dan warga sipil pada jam padat di jalan raya ibu kota.

Cemil Bayik, wakil ketua dari kelompok sayap PKK mengatakan tidak tahu menahu soal ledakan bom mobil di dekat markas militer dan gedung parlemen Turki tadi malam.

“Kami tidak tahu siapa yang melakukan serangan itu. Tapi, bisa jadi ledakan itu merupakan pembalasan atas pembantaian kaum Kurdi di perbatasan Turki, Suriah, Irak dan Iran,” ujar Bayik kepada kantor berita Firat. [yy/okezone/
VIDEO]

28 tewas akibat serangan bom ke konvoi militer di Ankara Turki

Paling tidak 28 orang tewas dan 61 orang terluka, Rabu, akibat serangan bom mobil yang mengincar Turki di jantung ibukota Ankara.

Ledakan itu menghantam sebuah konvoi kendaraan militer, kata Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus, yang memastikan jumlah korban terbaru. Itu belum jelas siapa yang melakukan serangan itu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan pembalasan terhadap pelaku serangan, yang muncul pada luapan serangan mematikan di Turki yang menyalahkan pemberontak garis keras serta pemberontak Kurdi.

Bom mobil meledak ketika sebuah konvoi bus militer yang membawa puluhan tentara yang berhenti di lampu lalu lintas di pusat Ankara, menyebabkan kepanikan dan kekacauan.

"Serangan ini sangat jelas menyasar bangsa kami yang terhormat secara keseluruhan dan dilakukan dengan cara keji, berbahaya dan tersembunyi," kata Kurtulmus.

Gumpalan asap dapat terlihat dari seluruh kota yang mengepul dari tempat kejadian, dekat dengan markas militer dan parlemen Turki.

Ledakan kuat terdengar di seluruh Ankara, membuat warga terkejut dan segera berlari ke balkon mereka.

"Saya melihat bola api besar muncul," kata saksi mata Gurkan (25), yang berada 500 meter (yard) dari tempat kejadian.

"Orang-orang mulai berlari ke segala arah dalam keadaan panik segera setelah kami mendengar ledakan kuat."

Militer mengatakan serangan terjadi pada 1631 GMT dan mengincar "kendaraan yang mengangkut anggota  militer". [yy/antaranews]