21 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 31 Juli 2021

basmalah.png

Rusia Tertarik Lanjutkan Proses Perdamaian Israel-Palestina

Rusia Tertarik Lanjutkan Proses Perdamaian Israel-PalestinaFiqhislam.com - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan, pihaknya tertarik untuk memulai kembali proses perdamaian Israel-Palestina. Hal itu diungkapkannya kala bersua dengan Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Israel, Dore Gold.

"Dialog kami juga mencakup isu-isu internasional, terutama situasi di Timur Tengah. Sayangnya, ada banyak pembahasan yang berjalan tidak positif. Seperti krisis di Suriah, Libya, Yaman dan Irak," kata Lavrov seperti dikutip dari laman TASS, Kamis (18/2/2016).

Menurut Lavrov, Rusia memandang pentingnya kerjasama terhadap penolakan setiap manifestasi xenophobia, kebencian etnis, termasuk anti-semitisme.

"Rusia sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan anggota Kuartet Timur Tengah tertarik untuk menciptakan kondisi kondusif guna melanjutkan proses perdamaian antara Israel dan Palestina untuk mencapai tujuan bersama, dua negara yang ada dalam perdamaian dan keamanan dengan semua tetangga mereka," tutur Lavrov.

Sedangkan Gold mengungkapkan bahwa bergabungnya Rusia dan Israel untuk membuat wilayah Timur Tengah yang aman dan stabil. "Mari kita bekerja bersama-sama," katanya singkat.

PM Palestina: Turki-Israel Berunding Akhiri Blokade Gaza

Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniya mengatakan, pembicaraan Turki dengan Israel untuk mengakhiri blokade Jalur Gaza yang sudah berlangsung selama sembila tahun menunjukkan kemajuan.

Haniya, yang juga tokoh senior kelompok Hamas, mengungkapkan bahwa pembicaraan Turki dengan Israel bertujuan untuk mempercepat rencana pembangunan Gaza dan pelabuhan untuk kota itu, seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (19/2/2016).

Haniya tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait hal ini. Namun, seorang pejabat senior Turki telah mengumumkan dua hari lalu bahwa pembicaraan tentang normalisasi hubungan antara Turki dengan Israel telah mencapai tahap akhir.

Radio Public Israel melaporkan bahwa kedua negara sudah sangat dekat untuk menandatangani kesepakatan tentang semua masalah kedua belah pihak setelah berunding dan berdiskusi.

Turki meminta Israel untuk mengkahiri blokade terhadap Jalur Gaza sebagai salah satu syarat normalisasi politik dan ekonomi keduanya. Israel memblokade Jalur Gaza pada tahun 2007, setelah Hamas pengambilalihan kekerasan dari daerah kantong pantai.

Hubungan Turki dengan Israel memburuk pasca insiden Mavi Marmara pada Juli 2010. Saat itu, militer Israel menyerbu kapal yang membawa bantuan untuk warga Jalur Gaza dan dengan beringas melepaskan tembakan. Sepuluh warga Turki tewas dalam insiden itu. [yy/sindonews]