24 Syawal 1443  |  Kamis 26 Mei 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com -  Kelompok dan aktivis Palestina telah memperingatkan bahwa praktik dan “serangan” pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat akan mengarah pada intifada (pemberontakan) baru.

Peringatan itu datang ketika bentrokan antara warga Palestina dan tentara Israel Defense Force (IDF) berlanjut selama akhir pekan di berbagai bagian Tepi Barat. Beberapa aktivis Palestina mengatakan, intifada telah dimulai dan menyerukan peningkatan "perlawanan rakyat" terhadap IDF dan pemukim.

“Intifada sudah ada di sini,” kata seorang aktivis senior dari faksi Fatah yang berkuasa. “Apa yang kita saksikan di Tepi Barat mirip dengan apa yang terjadi selama Intifada Pertama yang meletus pada 1987,” lanjutnya, seperti dikutip dari Jerusalem Post, Sabtu (25/12/2021).

Aktivis lain yang berafiliasi dengan Front Demokratik PLO untuk Pembebasan Palestina mengatakan, kebencian yang tumbuh di Tepi Barat juga diarahkan ke Otoritas Palestina. “Banyak orang marah karena Otoritas Palestina tidak melakukan apa pun untuk membela mereka dari serangan yang meningkat oleh tentara Israel dan para pemukim,” kata aktivis itu.

Menurut sumber Palestina, puluhan warga Palestina terluka pada hari Jumat selama bentrokan dengan pasukan IDF di beberapa desa dan kota di Tepi Barat utara. Hamas dan faksi Palestina lainnya memperbarui seruan mereka untuk meningkatkan “segala bentuk perlawanan” terhadap Israel.

PA, pada bagiannya, meningkatkan kritiknya terhadap negara Yahudi di tengah meningkatnya kekerasan di Tepi Barat. “Pada saat rakyat Palestina dan seluruh dunia merayakan Natal, milisi pemukim, organisasi teroris bersenjata mereka, pasukan pendudukan dan berbagai cabang mereka terus meningkatkan agresi terhadap rakyat Palestina, tanah, properti, rumah dan tempat suci mereka,” kata Kementerian Luar Negeri PA dalam sebuah pernyataan.

Kementerian mengklaim bahwa pemukim kembali menyerang warga Palestina di berbagai bagian Tepi Barat selama seminggu terakhir “dengan partisipasi dan dukungan dari tentara pendudukan.”

“Pemerintah Israel bertanggung jawab penuh dan langsung atas perang kolonial ekspansionis ini yang merupakan esensi sejati dari kebijakan resmi Israel terhadap rakyat Palestina dan hak-hak mereka," lanjut pernyataan tersebut. [yy/Esnoe Faqih/sindonews]