24 Syawal 1443  |  Kamis 26 Mei 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Sekretaris Jenderal PBB , Antonio Guterres telah meminta Hizbullah untuk mengubah dirinya menjadi partai politik seperti partai lain di Lebanon . Demikian dilaporkan Al-Sharq Al-Awsat, Selasa (21/12/2021).

"Saya pikir ada banyak masalah di Lebanon," kata Guterres kepada surat kabar itu selama perjalanannya ke Lebanon. "Saya pikir penting bahwa Hizbullah menjadi partai politik yang memainkan peran partai politik seperti partai politik lainnya di Lebanon," lanjutnya.

Sekjen PBB menambahkan, bahwa lembaga-lembaga di Lebanon perlu diperkuat. "Ketika Anda memiliki seekor gajah di dalam ruangan, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah memperbesar ruangan agar gajah tidak menjadi masalah," tambahnya.

Guterres mengungkapkan bahwa dia telah memperoleh janji yang jelas dari Presiden Michel Aoun, Ketua Parlemen Nabih Berri, dan Perdana Menteri Najib Mikati untuk melakukan pemilihan legislatif yang "bebas dan adil" pada awal Mei tahun depan.

"Selain itu, sangat penting bahwa Lebanon membangun kembali hubungan dengan negara-negara Teluk. Dan, saya mengimbau negara-negara Teluk untuk menjadi bagian dari pemulihan Lebanon," ungkap Guterres.

Bulan lalu, Australia menyatakan akan memasukkan semua Hizbullah sebagai organisasi terror. Pemerintahan Perdana Menteri Scott Morrison telah mengumumkan akan melarang Hizbullah secara keseluruhan sebagai organisasi teroris di Australia.

Tidak seperti beberapa negara lain, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Selandia Baru, Australia saat ini hanya mencantumkan Organisasi Keamanan Eksternal (ESO) kelompok tersebut, bukan sayap militer atau politiknya. [yy/Esnoe Faqih/sindonews]