24 Syawal 1443  |  Kamis 26 Mei 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Dirumorkan sebagai seorang transgender yang lahir sebagai pria, Brigitte Macron, istri Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dilaporkan marah. Brigitte bahkan mengancam akan mengajukan gugatan terhadap pihak-pihak yang menyebar rumor palsu tersebut.

Seperti dilansir Express.co.uk, Selasa (21/12/20210, Ibu Negara Prancis yang kini berusia 68 tahun ini dilaporkan mengancam tindakan hukum terkait rumor tersebut.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Brigitte menjadi sasaran rumor liar yang beredar luas, yang banyak dibagikan di media sosial dengan tagar #JeanMichelTrogneux beberapa waktu terakhir. Rumor itu mengklaim Brigitte merupakan seorang wanita transgender.

Menurut rumor tersebut, Brigitte terlahir sebagai laki-laki dengan nama Jean Michel Trogneux. Nama belakang Trogneux diketahui merupakan nama gadis Brigitte.

Tagar #JeanMichelTrogneux telah digunakan lebih dari 66.000 kali di media sosial Twitter.

Laporan media lokal Prancis, Le Figaro, menyebut Brigitte bermaksud untuk memulai proses hukum dan mengajukan laporan terhadap para penghasut teori konspirasi yang aneh tersebut.

Teori konspirasi yang kontroversial itu, menurut media lokal Prancis lainnya, CNews, berasal dari sebuah jurnal sayap kanan ekstrem, Faits et Documents, yang dipublikasikan September lalu. Jurnal bulanan itu mengklaim penyelidikan selama tiga tahun yang didukung 'banyak pakar' membuat tuduhan terhadap istri Macron.

Sebelum menjadi viral dan menuai reaksi keras, rumor-rumor aneh soal Ibu Negara Prancis telah beredar secara luas di media sejak awal bulan ini. Tagar #JeanMichelTrogneux banyak digunakan dan menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas di Twitter wilayah Prancis sepanjang pekan lalu.

Rumor tersebut juga dibagikan oleh beberapa akun teori konspirasi dan anti-vaksin virus Corona (COVID-19). Beberapa tweet membahas bahwa gaya berjalan dan cara duduk Brigitte dalam sebuah video menjadi 'bukti'. Sementara yang lain mencermati pakaian dan penampilannya di acara-acara publik.

Rumor ini muncul beberapa bulan sebelum pemilu presiden (pilpres) Prancis, yang dijadwalkan digelar pada April tahun depan. Jajak pendapat sejauh ini mengindikasikan Macron, yang belum mengumumkan pencalonannya, akan bisa memenangkan periode kedua kepresidenannya. [yy/Novi Christiastuti/news.detik]