24 Syawal 1443  |  Kamis 26 Mei 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Mantan kepala intelijen militer Israel Mayor Jenderal Tamir Hayman mengakui Tel Aviv ambil bagian dalam pembunuhan kepala Pasukan Quds Iran Jenderal Qasem Soleimani.

Petinggi militer Iran itu dibunuh serangan drone yang diperintahkan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Januari 2020 lalu.

Jenderal Soleimani merupakan petinggi Garda Revolusi yang bertugas mengawasi pasukan dan milisi pro-Iran di kawasan. Ia tewas dalam serangan udara di dekat Bandara Internasional Irak.

"Pembunuhan Soleimani merupakan pencapaian, sejak musuh utama kita, dalam pandangan saya, adalah Iran," kata Hayman seperti dikutip Ynetnews, Selasa (21/12).

Ini pertama kalinya pejabat tinggi pemerintah mengkonfirmasi perang Israel dalam operasi yang dipimpin AS tersebut. "Salah satu dari dua pembunuhan signifikan dan penting yang dapat saya catat," kata Hayman.

Ia mengatakan satu pembunuhan lain adalah pembunuhan ketua Islam Jihad Baha Abu al-Ata pada tahun 2019. Menurut Hayman, Israel menggelar beberapa operasi untuk mengganggu proliferasi senjata Iran.

Ia menambahkan Israel telah sukses besar dalam menghentikan Iran untuk bercokol di Suriah.

"Kami menggagalkan banyak percobaan mereka untuk menyelundupkan senjata dan uang dan berita-berita utama ini telah menghentikan Iran untuk menetap di Suriah," katanya.

Pada bulan Mei Yahoo News melaporkan lalu Israel memberikan dukungan intelijen penting pada AS. Termasuk melacak telepon seluler Soleimani.

Axois melaporkan Trump tidak senang dengan tingkat keterlibatan Israel dalam operasi pembunuhan itu. [yy/Lintar Satria/republika]