24 Syawal 1443  |  Kamis 26 Mei 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Pengadilan Kairo, Mesir menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin, Mahmud Ezzat. Dia dinyatakan bersalah karena bekerja sama dengan lembaga amal Palestina, Hamas.

Seperti dilansir dari Egypt Today, jaksa menyatakan dalam dakwaannya bahwa Ezzat dan anggota kelompok terlarang lainnya telah menyerbu perbatasan timur Mesir. Mereka menyerang lembaga keamanan, berkomplot dengan Hamas dan organisasi internasional Ikhwanul Muslimin serta Hizbullah untuk menciptakan kekacauan di Mesir dan menjatuhkan pihak berwajib.

Pada 29 Agustus 2020, Mahmoud Ezzat ditangkap dalam penggerebekan di sebuah apartemen di Kairo. Sebelumnya Ezzat sempat buron selama tujuh tahun. Pihak keamanan akhirnya dapat menemukan Ezzat yang kini berusia 76 tahun yang menjabat sebagai Kepala Organisasi Ikhwannul Muslimin.

Ezzat terjerat oleh sejumlah kasus lain. Pada 2015, ia dijatuhi hukuman mati secara in absentia, dan hukuman penjara seumur hidup. Ia dinyatakan bersalah karena terlibat dalam pembunuhan tentara dan pejabat pemerintah.

Dia dituduh terlibat dalam pembunuhan jaksa negara Hisham Barakat. Jaksa itu meninggal di rumah sakit setelah sebuah bom mobil menghancurkan konvoinya di Kairo pada tahun 2015.

Ikhwanul Muslimin masuk daftar hitam di Mesir pada 2013 dan dianggap sebagai kelompok teroris. Beberapa bulan sebelumnya tentara menggulingkan Muhammad Mursi, presiden Mesir yang juga berasal dari gerakan Ikhwanul Muslimin.

Didirikan pada tahun 1928, Ikhwanul Muslimin mantap sebagai gerakan oposisi Islam utama di Mesir. Organisasi ini membuka cabang di berbagai negara dari Tunisia hingga Turki.

Ezzat bergabung dengan Ikhwanul pada 1960-an. Selama masa pemerintahan Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, Anwar Sadat dan Hosni Mubarak, ia menghabiskan waktunya di penjara. [yy/Dewi Rina/tempo]