24 Syawal 1443  |  Kamis 26 Mei 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi menyampaikan hasil data yang dikumpulkan Under-Secretary-General on Humanitarian Affairs and Emergency Relief Coordinator (UNOCHA), Martin Griffiths, yakni 23 juta rakyat Afghanistan menghadapi ancaman kelaparan.

Kemudian fasilitas kesehatan dipenuhi anak-anak kekurangan gizi dan 70% guru tidak mendapatkan gaji dan jutaan anak dikhawatirkan tidak dapat sekolah. Hal ini diungkapkan Retno saat melakukan pertemuan Extra Ordinary para Menlu OKI di Islamabad, Pakistan, Sabtu (18/12/2021).

Dalam rangkaian pertemuan tersebut Menlu Retno mengangkat sejumlah isu terkait Afghanistan, terutama situasi kemanusiaan di Negara Asia Selatan itu.

“OKI memiliki tanggung jawab moral untuk mengambil langkah konkrit membantu rakyat Afghanistan. Situasi kemanusiaan di Afghanistan semakin memburuk,” kata Retno dalam press briefing Pertemuan Luar Biasa Menlu OKI Islamabad (19/12/2021).

Untuk mengatasi hal tersebut, ia mengatakan, terdapat tiga peran OKI untuk membantu mewujudkan Afghanistan yang damai dan stabil.

Pertama, OKI berperan sebagai jembatan dengan negara donor untuk mendistribusikan bantuan bagi rakyat Afghanistan. “Roadmap bantuan kemanusiaan dan pengaliran kebutuhan keuangan,” ujarnya.

Kedua, OKI harus dapat memobilisasi dukungan dan resources untuk tangani krisis kemanusiaan di Afghanistan. Retno menyampaikan bahwa Indonesia sudah siap untuk berkontribusi untuk pendistribusian bantuan di Afghanistan. “Indonesia saat ini sedang siapkan bantuan makanan, berkoordinasi dengan badan PBB yang berada di lapangan,” ucapnya.

Ketiga, ia mengatakan pentingnya membuat satu roadmap mengenai upaya untuk memenuhi komitmen Taliban untuk membentuk pemerintah yang inklusif, menghormati HAM termasuk hak perempuan, tidak menjadikan Afghanistan sebagai tempat breeding dan training bagi terorisme. [yy/Dominique Hilvy/okezone]