24 Syawal 1443  |  Kamis 26 Mei 2022

basmalah.png

Polisi: Hilangnya Pengungsi di Eropa Diekploitasi Mafia Organ

Fiqhislam.com - Seorang juru bicara untuk Kepolisian Federal Jerman mengatakan, per 1 Januari, tepatnya 4749 anak dan remaja pengungsi diyakini hilang. Dari jumlah tersebut, 431 berusia kurang dari 13 tahun. Pihak kepolisian meyakini bahwa anak-anak diambil organ tubuhnya bahkan dipaksa menjadi PSK.

Aiman Mazyek, Ketua Dewan Pusat Muslim Jerman, mengatakan harus ada undang-undang suaka untuk melindungi anak-anak dan orang muda pendatang, demikian dilansir Daily Mail, Selasa (16/02/2016).

“Mengapa orang Eropa tidak membela anak-anak yang hilang?” tanya dia menuntut jawaban.

Lembaga amal UK, Save the Children (StC) memperkirakan setidaknya 26.000 anak-anak pengungsi masuk Eropa pada 2015. StC juga mencatat beberapa kasus pelecehan seksual, kekerasan, dan pemerasan yang melibatkan pengungsi anak. Sehingga, lembaga itu menyerukan Inggris untuk memukimkan kembali 3.000 dari mereka sesegera mungkin.

“Kita harus berasumsi bahwa banyak dari anak-anak ini, dan orang-orang muda telah jatuh ke dalam lingkaran kriminal. Mereka dipaksa menjadi PSK atau organ tubuh mereka diambil,” menurut Mazyek pada konferensi pers, berdasarkan laporan Die Welt.

Heinz Hilgers, Presiden Badan Perlindungan Anak Jerman mengatakan, “Anak-anak tanpa orang tua atau wali merupakan ‘target mudah’ bagi geng-geng kriminal.”

“Hal ini tidak hanya mengenai sistem bagaimana penanganan pengungsi yang datang ke Eropa, tetapi juga proses pendaftaran di Jerman,” katanya.

Topik ini mengemuka selepas Europol mengumumkan pada Januari, bahwa 10.000 anak di bawah umur telah dilaporkan hilang sejak mereka memasuki Uni Eropa. Perdagangan manusia mengambil keuntungan dari krisis pengungsi. Mereka mencari pekerja seks dan budak tenaga kerja. [yy/islampos]