23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Presiden Turki Erdogan Batal Usir 10 Dubes Negara Barat

Presiden Turki Erdogan Batal Usir 10 Dubes Negara Barat

Fiqhislam.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membatalkan ancamannya terkait bakal mengusir 10 duta besar (dubes) negara barat termasuk Amerika Serikat dan Jerman. Pembatalan itu dilakukan usai Amerika serta beberapa negara lainnya sepakat untukk menghormati konvensi PBB.

Seperti dilansir AFP, Selasa (26/10/2021), Erdoga menarik kata-katanya soal bakal mengusir 10 dubes negara barat lantaran ikut campur dan meminta Osman Kavala dibebaskan. Presiden Turki itu pun kini batal mengusir ke-10 dubes negara barat tersebut lantaran mereka sepakat bahwa diplomat tidak bisa ikut campur dalam urusan dalam negeri negara tuan rumah.

Tak hanya itu, pembatalan ancaman itu juga dilakukan usai Erdogan bertemu dengan mitra koalisi ultra-nasionalisnya yang berkuasa dan kemudian memimpin rapat kabinet selama berjam-jam. Saat itu, Erdogan, dinasehati para menterinya tentang bahaya ekonomi dari meningkatnya ketegangan dengan beberapa sekutu terdekat dan mitra dagang Turki.

Dia lantas mengakhiri pertemuan dengan mengumumkan dalam komentar yang disiarkan televisi bahwa 10 duta besar telah belajar dari pelajaran mereka.

"(Mereka) akan lebih berhati-hati sekarang," ucap Erdogan.

"Pernyataan Barat yang baru menunjukkan bahwa mereka telah mengambil langkah mundur dari fitnah terhadap negara kita", lanjut dia.

Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa Washington bermaksud untuk "terus mempromosikan supremasi hukum dan menghormati hak asasi manusia" saat bekerja dengan Turki pada "banyak masalah yang menjadi kepentingan bersama".

Untuk diketahui, Erdogan memerintahkan Menteri Luar Negeri untuk mengusir duta besar dari Amerika Serikat, Jerman dan 8 negara Barat lainnya. Aksi ini bermula dari dukungan mereka untuk filantropis dan aktivis Osman Kavala.

"Saya telah memerintahkan menteri luar negeri kami untuk menyatakan 10 duta besar ini sebagai persona non grata sesegera mungkin," kata Erdogan, menggunakan istilah diplomatik yang berarti langkah pertama sebelum pengusiran duta besar.

"Mereka harus pergi dari sini pada hari mereka tidak lagi mengenal Turki," katanya, sembari menuduh apa yang dilakukan negara-negara tersebut merupakan tindakan tak senonoh.

Para diplomat dikagetkan lantaran pengusiran itu belum pernah terjadi sebelumnya dalam hubungan antara sesama negara anggota NATO. [yy/news.detik]

 

 

Tags: Turki | Erdogan