22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

Israel Izinkan 4.000 Warga Palestina Jadi Penduduk Tepi Barat

Israel Izinkan 4.000 Warga Palestina Jadi Penduduk Tepi Barat

Fiqhislam.com - Israel secara resmi melegalkan status 4.000 warga Palestina di Tepi Barat pada Selasa lalu. Mereka telah tinggal di wilayah tersebut selama bertahun-tahun tanpa status resmi. Pemberian status legal telah dibekukan sejak satu dekade terakhir.

Pencantuman dalam Pendaftaran Penduduk Palestina, yang dikendalikan Israel, akan memungkinkan kelompok tersebut menerima kartu identitas. Dokumentasi itu akan memungkinkan perjalanan melalui pos pemeriksaan militer Israel di Tepi Barat, daerah yang direbut dalam perang 1967.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan bahwa dia menyetujui pemberian tempat tinggal untuk 4.000 warga Palestina sebagai isyarat kemanusiaan. "Sebagai bagian dari kebijakan saya untuk memperkuat ekonomi dan meningkatkan kehidupan warga Palestina di Tepi Barat," ujarnya melalui Twitter.

Hussein Al Sheikh, seorang pejabat senior Otoritas Palestina (PA) yang menjalankan pemerintahan sendiri secara terbatas di Tepi Barat, mengatakan bahwa 4.000 orang itu memperoleh hak kewarganegaraan dan akan menerima kartu identitas.

Di bawah kesepakatan perdamaian sementara kedua negara, Israel berkomitmen menyetujui residensi di Tepi Barat dan Gaza dari sekitar 4.000 pasangan baru penduduk lokal setiap tahun di bawah program reunifikasi keluarga.

Israel menangguhkan persetujuan ketika pemberontakan Palestina meletus pada 2000. Israel memberikan sekitar 32.000 izin reunifikasi pada 2008 dan 2009, namun sebagian besar dibekukan kecuali untuk alasan kemanusiaan.

Persetujuan baru diberikan Israel tujuh minggu setelah pembicaraan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di kota Ramallah, Tepi Barat. Pertemuan tersebut adalah pertemuan tingkat tertinggi antara Abbas dan seorang menteri Israel sejak pemerintah baru Israel dibentuk pada Juni lalu. [yy/tempo]