22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

Menteri Taliban Puji Pengebom Bunuh Diri di Afghanistan

Menteri Taliban Puji Pengebom Bunuh Diri di Afghanistan

Fiqhislam.com - Salah satu tokoh paling senior dalam pemerintahan Taliban di Afghanistan melontarkan pujian untuk para pengebom bunuh diri. Pujian itu disampaikan saat tokoh senior Taliban itu menemui keluarga pengebom bunuh diri di Kabul, yang disebutnya sebagai para 'martir'.

Seperti dilansir AFP, Rabu (20/10/2021), Sirajuddin Haqqani yang menjabat Menteri Dalam Negeri Afghanistan bertemu keluarga para pengebom bunuh diri di sebuah hotel mewah di Kabul. Tidak diketahui secara jelas keluarga pengebom bunuh diri yang ditemui Haqqani ini terkait serangan bom yang mana.

Haqqani sendiri ditetapkan sebagai teroris oleh Amerika Serikat (AS), dengan imbalan US$ 10 juta untuk penangkapannya.

Sejumlah akun media sosial dan media lokal pro-Taliban, pada Selasa (19/10) waktu setempat, merilis foto-foto Haqqani saat berdoa dan memeluk keluarga pengebom bunuh diri dalam pertemuan itu.

"Haqqani memuji jihad dan pengorbanan para martir dan mujahidin," demikian seperti dilaporkan televisi nasional Afghanistan, RTA.

Disebutkan juga bahwa Haqqani menyebut para pengebom bunuh diri sebagai 'pahlawan Islam dan negara'.

Dalam laporannya RTA menyebut Haqqani 'menekankan bahwa kita harus menahan diri dari pengkhianatan aspirasi para martir'.

Haqqani juga menjanjikan bantuan sebesar US$ 125 (Rp 1,7 juta) dan sebidang tanah untuk setiap keluarga pengebom bunuh diri yang ditemuinya. Tidak disebutkan lebih lanjut jumlah keluarga pengebom bunuh diri yang ditemui Haqqani.

Pada Januari 2018, Hotel Intercontinental yang menjadi lokasi pertemuan antara Haqqani dengan keluarga pengebom bunuh diri itu, diketahui diserbu petempur Taliban yang menembaki para tamu dan staf, serta menyandera belasan orang.

Jaringan Haqqani, yang dibentuk oleh ayah Haqqani, Jalaluddin, merupakan faksi Taliban yang paling ditakuti. Jaringan ini diyakini bertanggung jawab atas sejumlah serangan mematikan di Afghanistan selama dua dekade terakhir.

Berkat kekuatan finansial dan militer -- juga reputasi kekejaman mereka -- jaringan Haqqani berstatus semi-otonomi sambil tetap berada dalam lingkaran Taliban.

Serangan bom bunuh diri, atau yang biasa disebut sebagai operasi martir oleh Taliban, menjadi taktik yang dikerahkan pada awal-awal pemberontakan terhadap pemerintahan Afghanistan yang didukung Amerika Serikat (AS), juga militer dan konvoi NATO.

Sementara itu, Taliban diketahui kini berkonflik dengan kelompok militan Islamic State-Khorasan (IS-K atau ISIS-K) yang mendalangi serentetan serangan bom bunuh diri di Afghanistan beberapa pekan terakhir. [yy/news.detik]