26 Rabiul-Akhir 1443  |  Rabu 01 Desember 2021

basmalah.png

Serangan Arab Saudi Tewaskan 1.100 Pemberontak Houthi dalam Sepekan

Serangan Arab Saudi Tewaskan 1.100 Pemberontak Houthi dalam Sepekan

Fiqhislam.com - Koalisi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman menyatakan pihaknya kembali menewaskan 150 pemberontak pemberontak Houthi di Marib, saat pertempuran sengit berkecamuk di kota strategis Yaman itu, dalam perang yang telah berlangsung tujuh tahun.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (19/10/2021), dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA), serangan udara "menghancurkan 13 kendaraan militer dan membunuh 150 elemen teroris" di Abdiya dalam 24 jam terakhir.

Dengan korban terbaru tersebut, maka sejauh ini, menurut AFP, sudah lebih dari 1.100 orang pemberontak Houthi yang disebut koalisi Saudi telah tewas dalam pertempuran seminggu terakhir di sekitar Abdiya, yang berjarak sekitar 100 kilometer (60 mil) dari Marib, benteng terakhir pemerintah yang diakui secara internasional di Yaman utara yang kaya minyak.

Kelompok Houthi yang didukung Iran jarang mengomentari mengenai korban jiwa, dan jumlah kematian tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen oleh AFP.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Senin (18/10), pemimpin Houthi, Abdelmalek al-Huthi menyerukan pertempuran lanjutan.

"Kita harus ... menghadapi agresi dengan sekuat tenaga sampai pengepungan dicabut, agresi dan pendudukan berakhir," katanya.

Koresponden AFP melaporkan, puluhan ribu simpatisan Houthi ikut serta dalam aksi publik pada hari Senin (18/10) di daerah-daerah yang berada di bawah kendali pemberontak.

Sebelumnya pada hari Minggu (17/10), Houthi menyatakan di Twitter bahwa mereka telah bergerak maju di beberapa front di sekitar Marib, termasuk Abdiya, di mana koalisi Saudi mengatakan sedang menggempur para pemberontak.

Perang saudara Yaman dimulai pada tahun 2014 ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa, 120 kilometer (75 mil) barat Marib, mendorong pasukan pimpinan Saudi untuk campur tangan guna membantu pemerintah Yaman pada tahun berikutnya.

Puluhan ribu orang telah tewas dan jutaan orang kehilangan tempat tinggal, dalam apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. [yy/news.detik]