23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Serangan Arab Saudi Tewaskan 180 Militan Houthi di Yaman

Serangan Arab Saudi Tewaskan 180 Militan Houthi di Yaman

Fiqhislam.com - Koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman, menyatakan mereka telah membunuh lebih dari 180 orang pemberontak Houthi dalam serangan terbaru di selatan kota strategis Marib, Yaman.

"Sebuah operasi menghancurkan 10 kendaraan militer dan membunuh lebih dari 180 elemen teroris di Abdiya dan daerah sekitarnya, di selatan Marib," kata koalisi Saudi dalam pernyataan yang dikutip media resmi Saudi Press Agency (SPA) seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (16/10/2021).

Koalisi mengatakan ratusan anggota kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran tersebut, telah tewas dalam pertempuran untuk Marib dalam beberapa hari terakhir.

Kelompok pemberontak Houthi jarang mengomentari korban jiwa di pihaknya, dan jumlah korban tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen oleh AFP.

Perang saudara di Yaman dimulai pada tahun 2014 ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa, 120 kilometer (75 mil) barat Marib, yang pada tahun berikutnya, mendorong pasukan militer pimpinan Saudi untuk campur tangan guna membantu pemerintah Yaman.

Puluhan ribu orang telah tewas dan jutaan orang mengungsi, dalam apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Houthi memulai serangan-serangan untuk merebut Marib pada bulan Februari lalu dan, setelah jeda, mereka telah kembali melancarkan serangan dalam beberapa pekan terakhir.

Puluhan ribu orang telah mengungsi di provinsi itu tahun ini, hampir 10.000 di antaranya pada bulan September saja, menurut badan migrasi PBB.

Badan PBB pada hari Kamis (14/10) waktu setempat menyerukan penghentian pertempuran di distrik Abdiya, fokus serangan terbaru yang dipimpin Saudi.

Koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman, David Gressly mengatakan, provinsi Marib, Shabwa dan Al-Bayda semuanya mengalami peningkatan pertempuran dalam beberapa pekan terakhir, yang mengakibatkan "dampak yang menghancurkan pada warga sipil".

Situasi keamanan sangat sulit di Abdiya, di mana PBB mengatakan pergerakan barang-barang bantuan dan sekitar 35.000 orang telah "sangat dibatasi", termasuk untuk 17.000 orang "sangat rentan" yang mengungsi dari daerah lain di negara itu.

"Saya menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam pertempuran untuk menyetujui penghentian permusuhan di distrik Abdiya guna memungkinkan perjalanan yang aman bagi warga sipil dan pekerja bantuan, dan untuk evakuasi semua orang yang terluka dalam pertempuran itu," kata Gressly sebuah pernyataan.

Abdiya terletak sekitar 100 kilometer (60 mil) dari Marib. [yy/news.detik]