14 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 21 Oktober 2021

basmalah.png

Bennett Ingin Bawa 500 Ribu Yahudi Dunia Migrasi ke Israel

Bennett Ingin Bawa 500 Ribu Yahudi Dunia Migrasi ke Israel

Fiqhislam.com - Perdana Menteri Israel Naftali Bennett telah mengungkapkan rencana untuk membawa 500 ribu orang Yahudi dari Amerika Serikat (AS), Amerika Selatan, dan Prancis selama dekade berikutnya untuk menetap di Israel. Bennett diketahui putra orang Yahudi Amerika yang berimigrasi ke Israel setelah Perang Enam Hari 1967.

"Sejak didirikan hingga saat ini, imigrasi Yahudi membentuk wajah masyarakat Israel dan menciptakan mosaik unik yang tidak seperti di tempat lain di dunia," kata Bennett seperti dikutip Ynet.

Menurut data yang dirilis pada akhir pekan oleh Kementerian Imigrasi Israel dan Badan Yahudi, imigrasi Yahudi ke negara itu telah meningkat 31 persen pada 2021. Data tersebut mengungkapkan peningkatan 41 persen imigrasi dari AS, dibandingkan sembilan bulan pertama 2020. Kemudian peningkatan 55 persen imigran baru dari Prancis.

Ada juga 1.589 imigran dari Ethiopia yang tiba di Israel sebagai bagian dari inisiatif otoritas setempat membawa anggota komunitas Yahudi bangsa Afrika ke negara itu.

Rencana Bennett membawa setengah juta imigran Yahudi ke negara itu akan memiliki efek yang cukup besar pada demografi negara, karena sebagian besar asal populasi Yahudi terletak di negara-negara Eropa timur dan bekas Uni Soviet.

Rencana yang diungkapkan oleh Bennett datang sehari sebelum membuat pengumuman lain. Pada awal pekan, perdana menteri Israel mengatakan bahwa negara itu berencana untuk membangun dua pemukiman di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Suriah.

Bennett juga akan menghadirkan tujuan untuk menggandakan dan akhirnya melipatgandakan populasi pemukim Israel di Dataran Tinggi Golan. Jumlah akan meningkat dari sekitar 27.000 menjadi 50.000 dan kemudian meningkatkannya menjadi 100.000 pemukim.

"Perkembangan Golan adalah untuk kepentingan nasional [Israel]. Tidak cukup mengatakan, 'Rakyat bersama Golan,' pemerintah juga harus mendukung Golan," ujar Bennett. [yy/republika]