24 Rabiul-Akhir 1443  |  Senin 29 Nopember 2021

basmalah.png

Presiden Komunis Xi Jinping: Reunifikasi China dengan Taiwan Akan Direalisasikan!

Presiden Komunis Xi Jinping: Reunifikasi China dengan Taiwan Akan Direalisasikan!

Fiqhislam.com - Presiden yang juga pemimpin Partai Komunis China, Xi Jinping, pada Sabtu (9/10/2021), mengatakan reunifikasi (penyatuan kembali) secara damai dengan Taiwan akan dan dapat direalisasikan.

Komentarnya muncul beberapa hari setelah pesawat-pesawat tempur China membuat rekor serangan ke zona pertahanan udara pulau yang memerintah sendiri secara demokratis itu pada pekan lalu.

Taiwan memiliki pemerintahan sendiri dan tidak pernah secara resmi mendeklarasikan kemerdekaannya. Pulau itu hidup di bawah ancaman invasi terus-menerus oleh China, yang memandangnya sebagai wilayahnya dan berjanji suatu hari akan merebutnya, dengan kekerasan jika perlu.

“Mewujudkan reunifikasi nasional dengan cara damai paling baik melayani kepentingan bangsa secara keseluruhan termasuk saudara-saudara kita di Taiwan,” kata Xi Jinping dalam pidato yang menandai peringatan 110 tahun sebuah revolusi yang mengakhiri ribuan tahun pemerintahan kekaisaran dan mengarah pada berdirinya negara republik dari China.

“Kemerdekaan Taiwan adalah hambatan terbesar bagi penyatuan kembali tanah air dan bahaya tersembunyi yang serius,” kata Xi memperingatkan.

Sebuah potret besar Sun Yat-sen, seorang dokter berpendidikan Barat pemimpin revolusi 1911 yang menggulingkan kekaisaran Qing, menjulang di atas panggung saat Xi berpidato.

Sun mendirikan Republik China, yang tetap menjadi nama resmi Taiwan, di mana kubu nasionalis yang kalah melarikan diri setelah pasukan Komunis Mao Zedong memenangkan perang saudara China pada tahun 1949 dan mendirikan Republik Rakyat China.

“Reunifikasi lengkap negara kita akan dan dapat direalisasikan,” kata Xi, seperti AFP.

Dia juga memperingatkan terhadap campur tangan asing di Taiwan setelah seorang pejabat Pentagon mengonfirmasi pasukan operasi khusus AS telah diam-diam melatih pasukan Taiwan selama berbulan-bulan.

“Masalah Taiwan adalah murni urusan internal China dan tidak memungkinkan adanya campur tangan eksternal,” katanya.

Beijing telah meningkatkan tekanan pada Taipei sejak terpilihnya Presiden Tsai Ing-wen dalam pemilu 2016, yang memandang pulau itu "sudah merdeka".

Tsai dijadwalkan akan berpidato pada hari Minggu di sebuah acara untuk memperingati revolusi 1911, salah satu dari sedikit peristiwa yang menyatukan China dan Taiwan.

Menteri pertahanan Taiwan mengatakan pada hari Rabu lalu bahwa ketegangan militer dengan China berada pada level tertinggi dalam empat dekade, setelah sekitar 150 pesawat tempur China melakukan serangan ke zona pertahanan udara Taiwan dalam beberapa hari terakhir.

Peringatan Xi datang setelah Inggris pekan lalu mengirim kapal perang melalui Selat Taiwan, menantang klaim Beijing atas jalur air yang sensitif, dan delegasi Prancis mengunjungi Taiwan meskipun ada peringatan dari China. [yy/sindonews]