2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

Taliban Habisi Petinggi ISIS

Taliban Habisi Petinggi ISIS

Fiqhislam.com - Taliban mengklaim keamanan telah terjamin di Afghanistan sejak mereka mengambil alih negara sebut. Namun, kelompok ini harus berhadapan dengan serangkaian serangan yang dilakukan oleh afiliasi kelompok ISIS dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam enam minggu sejak Taliban berkuasa, ada laporan ISIS di Provinsi Khorasan (ISIS-K) melakukan serangan dan aktivitas di kota Kabul, Jalalabad, dan Mazar-i-Sharif. Pada malam 26 Agustus, hanya 11 hari setelah pengambilalihan Taliban, ISIS-K mengaku bertanggung jawab atas pemboman di Bandara Internasional Hamid Karzai Kabul yang menewaskan lebih dari 180 orang dan melukai ratusan lainnya.

Beberapa serangan telah dilaporkan di kota Jalalabad, ibu kota provinsi Nangarhar, dan salah satu target paling umum ISIS-K. Serangan baru-baru ini, termasuk ledakan IED, menewaskan warga sipil dan anggota Taliban.

Dalam pesan Telegram, ISIS-K mengklaim membunuh hingga 35 milisi Taliban di Jalalabad. Namun, Taliban telah membantah penghitungan itu. Taliban terus berjanji untuk membasmi pasukan yang setia kepada ISIS.

Wakil Menteri Informasi dan Kebudayaan Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa Taliban secara aktif memburu mereka yang menabur kekacauan di negara itu.

Meski taliban pernah mengambil distrik dari ISIS-K di masa lalu, menghilangkan musuh lama ini terbukti lebih sulit daripada yang direncanakan. Taliban yang melancarkan tindakan keras terhadap anggota ISKP, dilaporkan menahan setidaknya 80 petempur di Nangarhar yang merupakan benteng kelompok pemberontak itu.

Kelompok tersebut juga mengklaim telah membunuh Ziya ul-Haq atau dikenal sebagai Abu Omar Khorasani yang merupakan mantan pemimpin ISIS-K, di penjara Pul-e-Charkhi yang terkenal di Kabul. Taliban juga mengeklaim membunuh pemimpin ISIS dari Pakistan, Farooq Bengalzai, yang dilaporkan tewas saat bepergian di Afghanistan barat daya.

Pada 28 Agustus, Taliban dituduh menangkap Abu Obaidullah Mutawakil, seorang ulama Salafi terkenal, di ibu kota Kabul. Seminggu kemudian, Mutawakil ditemukan tewas.

Taliban membantah terlibat dalam kematian Mutawakil, tetapi itu tidak banyak meredakan kecurigaan. Melanjutkan keraguan itu adalah fakta bahwa dalam beberapa minggu setelah pembunuhan Mutawakil, Taliban juga telah menutup lebih dari tiga lusin masjid Salafi di 16 provinsi berbeda. [yy/republika]