24 Rabiul-Akhir 1443  |  Senin 29 Nopember 2021

basmalah.png

50 Orang Tewas dalam Pertempuran Houthi dan Militer Yaman

50 Orang Tewas dalam Pertempuran Houthi dan Militer Yaman

Fiqhislam.com - Pertempuran terjadi antara pemberontak Houthi dengan militer pro-pemerintah Yaman di wilayah Provinsi Al-Bayda. Sedikitnya 50 pemberontak dan tentara pro-pemerintah Yaman, termasuk seorang perwira tinggi, tewas dalam pertempuran itu.

"Seorang kolonel dan 19 loyalis lainnya tewas dalam 24 jam terakhir dalam pertempuran dengan pemberontak Houthi di distrik Al-Bayda," ungkap seorang pejabat militer pemerintah Yaman, yang enggan disebut namanya, seperti dilansir AFP, Kamis (16/9/2021).

"Sebanyak 30 pemberontak juga menemui ajal mereka dalam bentrokan medan perang dan serangan udara," imbuhnya.

Houthi tergolong jarang melaporkan jumlah korban jiwa dari pihaknya, namun angka tersebut dikonfirmasi oleh sejumlah sumber militer Yaman lainnya.

Pemberontak Houthi yang didukung Iran mencapai kemajuan di Provinsi Al-Bayda dalam beberapa pekan terakhir, saat mereka berjuang merebut kendali atas kota strategis Marib.

Pada Februari lalu, Houthi meningkatkan upaya-upaya mereka untuk merebut Marib -- pijakan terakhir pemerintah Yaman di wilayah utara. Pertempuran di wilayah itu menewaskan ratusan orang dari kedua belah pihak. Kendali atas provinsi yang kaya minyak itu akan memperkuat posisi tawar Houthi dalam perundingan damai.

Pertempuran untuk Marib juga meningkatkan kekhawatiran bencana kemanusiaan, dengan banyak warga Yaman melarikan diri demi menghindari pertempuran.

Konflik Yaman berkobar sejak tahun 2014 ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa, yang memicu operasi militer pimpinan Arab Saudi untuk membantu pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Sejak saat itu, puluhan ribu orang tewas di Yaman dan jutaan orang lainnya berada di ambang kelaparan dalam apa yang disebut Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sebagai krisis kemanusiaan terparah di dunia.

Sementara PBB dan Amerika Serikat (AS) mendorong diakhirinya perang di Yaman, Houthi menuntut pembukaan kembali bandara Sanaa sebelum disepakatinya gencatan senjata atau perundingan. Bandara Sanaa diketahui sejak tahun 2016 ditutup di bawah blokade Saudi. [yy/news.detik]