30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Drone Serang Pangkalan Udara Pemerintah Yaman, 30 Tentara Tewas

Drone Serang Pangkalan Udara Pemerintah Yaman, 30 Tentara Tewas

Fiqhislam.com - Sedikitnya 30 pejuang pro-pemerintah tewas dalam serangan drone terhadap pangkalan udara di Yaman selatan.

Seorang juru bicara pasukan selatan Yaman mengatakan pangkalan udara al-Anad ditargetkan dengan drone bersenjata dan rudal.

Dia menyalahkan gerakan pemberontak Houthi yang bersekutu dengan Iran, yang berperang melawan pemerintah yang didukung Saudi.

Houthi belum mengomentari laporan tersebut, tetapi mereka telah menyerang pangkalan udara yang sama di masa lalu.

Seorang tentara yang menyaksikan apa yang terjadi di al-Anad pada Minggu (29/8) mengatakan dia dan rekan-rekannya berkumpul di dalam hanggar setelah sarapan ketika mereka melihat sebuah pesawat tak berawak melayang di atas kepala.

"Kami mencoba menembak dan menjatuhkannya, tetapi kami tidak bisa mengenainya," terangnya kepada kantor berita AFP.

"Pesawat itu terbang dan langsung menuju hanggar, saat menembakkan dua rudal,” lanjutnya.

Prajurit lain yang terluka dalam serangan itu, Nasser Saeed, mengatakan kepada Associated Press bahwa 50 tentara berada di dalam hanggar ketika terkena rudal dan drone bermuatan bom, dan mereka menembak jatuh salah satu dari mereka.

Juru bicara pasukan selatan Mohammed al-Naqeeb mengatakan sedikitnya 30 tentara tewas dan 60 lainnya terluka, banyak dari mereka kritis.

Dia memperingatkan bahwa jumlah korban tewas mungkin meningkat karena tim penyelamat masih mencari di lokasi tersebut.

Presiden Hadi menyatakan belasungkawa kepada keluarga mereka yang tewas dan berjanji bahwa Houthi akan membayar mahal untuk semua kejahatan yang telah mereka lakukan terhadap rakyat Yaman.

Seperti diketahui, Yaman telah hancur oleh konflik yang meningkat pada tahun 2015, ketika Houthi menguasai sebagian besar negara dan koalisi yang dipimpin Saudi meluncurkan operasi untuk memulihkan pemerintahan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi.

Pertempuran dilaporkan telah menewaskan lebih dari 130.000 orang dan memicu apa yang dikatakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan 12 juta orang bergantung pada bantuan makanan dan setengah dari anak-anak balita menghadapi kekurangan gizi.

Pada Januari 2019, enam tentara tewas dalam serangan pesawat tak berawak Houthi di al-Anad, yang terjadi ketika perwira tinggi sedang menonton parade. [yy/okezone]