22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

Perang Afghanistan Berkecamuk, Korban terus Berjatuhan

Perang Afghanistan Berkecamuk, Korban terus Berjatuhan

Fiqhislam.com - Sejumlah laporan dari kota Laskar Gah di Afghanistan selatan menunjukkan puluhan pejuang Taliban tewas dalam serangan udara dan pertempuran sengit di jalan-jalan di tengah operasi pasukan pemerintah mengusir mereka.

Sebagian besar kota Laskar Gah - ibu kota strategis provinsi Helmand - sempat dikuasai oleh Taliban.

Banyak yang meninggal kota itu dan yang masih terperangkap kekurangan makanan, air dan obat-obatan. Sebagian pihak menggambarkan melihat mayat-mayat tergeletak di jalan-jalan.

Makin banyak anak-anak dan perempuan yang menjadi korban akibat pertempuran antara pasukan pemerintah Afghanistan dan kelompok Taliban dalam memperebutkan kota-kota utama, seperti Lashkar Gah dan Kandahar.

Sejumlah dokter mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit tengah berjuang mengatasi lonjakan jumlah korban yang terluka.

"Saya tidak pernah mengalami situasi tegang seperti ini sepanjang hidup saya," tutur Dokter Masood Khan yang sudah tujuh tahun bekerja untuk lembaga Medecins Sans Frontieres (MSF).

"Akibat pertempuran, banyak orang terluka. Beberapa dari mereka bahkan tidak dapat menjangkau rumah sakit. Secara umum kami menerima lebih banyak pasien dari biasanya."

Milisi Taliban menangguk keuntungan di seluruh Afghanistan dan menguasai banyak distrik sejak pasukan Amerika Serikat meninggalkan negara tersebut bulan lalu.

Mereka kini menargetkan kota-kota dan selama sepekan terakhir terjadi pertempuran sengit di sekitar Herat, dekat perbatasan barat dengan Iran, serta Lashkar Gah dan Kandahar di bagian selatan.

Nasib Laskar Gah pun tergantung pada keseimbangan dan, ada laporan bahwa pasukan Taliban telah mengambil alih rumah-rumah, toko-toko dan pasar, sehingga orang-orang di kota itu terjebak.

Dokter Khan mengungkapkan tengah berjuang mengatasi pasien terluka parah yang terus-menerus mengalir datang ke rumah sakit Boost—dengan kapasitas 300 tempat tidur—dan merupakan satu-satunya rumah sakit rujukan di provinsi Helmand yang menangani layanan darurat dan bedah.

Dokter Khan mengatakan toko-toko di Lashkar Gah dan persediaan pun menipis.

Ia menuturkan, ketersediaan di rumah sakit itu sudah nyaris habis.

Selama tiga bulan terakhir, rumah sakit Dokter Khan merawat rata-rata lima orang yang terluka parah setiap harinya. Tapi dengan lonjakan kekerasan belakangan, itu artinya korban warga sipil pun bisa jadi akan lebih banyak.

Hanya dalam tiga hari antara 29 hingga 31 Juli, rumah sakit telah merawat 70 korban luka akibat pertempuran.

Dari 482 pasien yang dirawat di rumah sakit antara Mei hingga Juli, hampir 90 persen di antaranya mengalami cedera akibat tembakan dari beberapa jenis peluru. MSF mengatakan akan ada lebih banyak korban luka yang tak bisa mencapai ke rumah sakit.

"Konflik ini mempengaruhi semua orang. Bahkan di rumah sakit, kami tidak merasa betul-betul aman ketika mendengar suara tembakan," kata dia.

"Ada pertempuran di mana-mana. Kami mendengar banyak suara di rumah sakit kami." [yy/vivaNews]