20 Safar 1443  |  Selasa 28 September 2021

basmalah.png

Amerika-Rusia: Alot di Politik, Cair di Minyak

Amerika-Rusia: Alot di Politik, Cair di Minyak

Fiqhislam.com - Amerika Serikat (AS) dikenal sebagai salah satu negara produsen minyak terbesar. Tapi tetap saja, AS juga mengimpor minyak mentah dari sejumlah negara di dunia.

Baru-baru ini, data menunjukkan bahwa Rusia menjadi pemasok minyak mentah terbesar kedua di AS, menyalip Meksiko. Sementara Kanada masih menjadi sumber utama impor minyak AS.

Data pemerintah AS menunjukkan impor produk minyak mentah dari bekas musuh Perang Dinginnya itu melonjak 23% pada Mei 2021 menjadi 844.000 barel per hari dari bulan sebelumnya, dilansir Bloomberg, Kamis (5/8/2021).

Negara Meksiko harus cabut dari posisi kedua karena pengirimannya turun kurang dari 3%.

Rusia telah menjadi sumber favorit bagi pembuat bahan bakar di Negeri Paman Sam lantaran memproduksi pasokan minyak semi-halus seperti jenis Mazut 100. Minyak jenis itu adalah sebuah bahan baku ideal bagi kilang-kilang AS yang terbiasa memproses minyak mentah dengan jenis yang kental dan berlumpur dari Venezuela dan Timur Tengah.

Hubungan perdagangan AS dengan Rusia sempat memburuk akibat insiden aliran pipa gas kontroversial dari Siberia ke Jerman. Kendati demikian, dengan tidak adanya sanksi diplomatik dan geopolitik yang mengikat, banyak korporasi AS yang melenggang bebas melanjutkan perdagangan.

"Minyak mentah pasokan Rusia tampaknya berfungsi sebagai pengganti yang pas dari kiriman Venezuela. Bahan baku ini cocok untuk pemakaian musim panas, sejalan dengan tingginya permintaan," kata Direktur Layanan Minyak Global Rapidan Energy Group, Shirin Lakhani.

Meskipun meningkat, pasokan minyak Rusia tidak serta-merta menjadi ancaman bagi Kanada, sebagai pemasok minyak terbesar bagi AS. Fakta dari data menunjukkan, Kanada menyumbang hampir setengah dari total impor minyak mentah AS. Angka ini hampir lima kali lipat dari pasokan Rusia.

Di sisi lain, pasar AS penting bagi Moskow, karena dalam catatan Bea Cukai Federal menunjukkan Amerika adalah pembeli tunggal terbesar produk minyak negara itu, yang mencakup jenis Mazut 100. Market AS menyerap hampir seperlima dari produksi minyak di Rusia, menurut data ekspor minyak selama lima bulan pertama.

Sebagian besar pasokan minyak mentah dari Rusia telah merapat di sepanjang Pantai Barat AS untuk pabrik-pabrik seperti Philips di utara wilayah Seattle, kemudian kilang di California yang dimilik Chevron Corp, serta Valero Energy Corp.

Shirin Lakhani memprediksi bahwa ke depan pasokan minyak Rusia ke AS akan meningkat seiring regulasi baru di Timur Tengah yang mengatur nilai ekspor yang berada di bawah produksi. [yy/sindonews]

 

 

Tags: Amerika | Rusia