19 Safar 1443  |  Senin 27 September 2021

basmalah.png

Bentrok dengan Israel, Lebih dari 140 Warga Palestina Terluka

tentara israel zionis

Fiqhislam.com - Palestina dan Israel bentrok di desa Beita, Tepi Barat, kata petugas medis. Bentrokan terjadi pada Jumat (23/7) dan mengakibatkan lebih dari 140 orang terluka.

Dikutip dari AFP, Sabtu (24/7/2021). tentara Israel mengatakan dua tentara juga "luka ringan" dalam kekerasan itu.

Sebelum bentrok, ratusan warga Palestina memang tengah berkumpul di Beita, yang terletak di utara Tepi Barat yang diduduki Israel, untuk memprotes pos terdepan Eviatar, kata seorang koresponden AFP.

Daerah itu rutin dijadikan tempat demonstrasi utuk menentang perluasan pemukiman di tanah Palestina.

Tentara Israel mengatakan bahwa "selama beberapa jam terakhir, kerusuhan terjadi di area pos terdepan Givat Eviatar, selatan Nablus".

"Ratusan warga Palestina melemparkan batu ke pasukan (tentara) IDF, yang menanggapi dengan cara membubarkan kerusuhan," katanya dalam sebuah pernyataan.

Petugas Medis Palestina mengatakan 146 warga Palestina terluka selama bentrokan, termasuk 9 oleh tembakan langsung, 34 oleh peluru berlapis karet dan 87 oleh gas air mata.

Pemukim Yahudi mendirikan pos terdepan Eviatar pada awal Mei, membangun rumah beton sederhana dan gubuk dalam hitungan minggu.

Pembangunan itu bertentangan dengan hukum internasional dan Israel, dan memicu protes sengit dari warga Palestina yang bersikeras bahwa itu dibangun di tanah mereka.

Namun menyusul kesepakatan yang dicapai dengan pemerintahan baru Perdana Menteri Naftali Bennett, para pemukim meninggalkan pos terdepan pada 2 Juli, sementara bangunan yang mereka bangun tetap di bawah penjagaan tentara.

Kementerian pertahanan Israel mengatakan akan mempelajari daerah itu untuk menilai apakah itu bisa, di bawah hukum Israel, dinyatakan sebagai tanah negara.

Jika itu terjadi, Israel kemudian dapat mengizinkan sebuah sekolah agama untuk dibangun di Eviatar, dengan tempat tinggal untuk staf dan siswanya.

Sekitar 475.000 pemukim Yahudi sekarang tinggal di Tepi Barat, yang diduduki Israel sejak 1967. [yy/news.detik]