10 Safar 1443  |  Sabtu 18 September 2021

basmalah.png

China: Perang AS 20 Tahun di Afghanistan tak Bawa Perdamaian

China: Perang AS 20 Tahun di Afghanistan tak Bawa Perdamaian

Fiqhislam.com - China mengatakan perang Amerika Serikat selama 20 tahun di Afghanistan tidak membawa perdamaian ke negara yang menyaksikan puluhan ribu warganya terbunuh itu.

“Ketika Amerika Serikat menarik diri dari Afghanistan hari ini, itu harus mencerminkan perannya dalam masalah Afghanistan dan mempertimbangkan bagaimana memenuhi kewajibannya untuk rekonsiliasi dan rekonstruksi Afghanistan,” kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam kunjungannya ke Tajikistan.

Berbicara dalam konferensi pers pada Selasa, Wang mengatakan harapan China untuk masa depan Afghanistan adalah untuk membangun rezim yang luas dan inklusif, menerap;kan kebijakan Muslim yang bijaksana, dengan tegas memerangi semua terorisme dan tren ekstrem dan berkomitmen untuk hidup berdampingan secara bersahabat dengan semua negara tetangga.

Menteri mengatakan China memiliki tiga keharusan ketika datang ke Afghanistan.

“Pertama, untuk menghindari perluasan perang di Afghanistan, terutama untuk mencegah perang saudara skala penuh di Afghanistan,” ungkap Wang.

Kedua, tambah dia, untuk memulai kembali negosiasi internal Afghanistan sesegera mungkin untuk mencapai rekonsiliasi politik, dan ketiga, untuk mencegah berbagai kekuatan teroris mengambil kesempatan untuk duduk di Afghanistan.

Wang mengatakan China mendukung semua upaya yang kondusif terhadap realisasi tujuan tersebut serta bersedia untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pihak, melakukan mediasi diplomatik dan menyediakan fasilitas yang diperlukan.

Pernyataan Wang muncul usai AS dan pasukan sekutu keluar dari Afghanistan setelah memerangi Taliban selama dua dekade. AS dan Taliban menandatangani kesepakatan pada Februari tahun lalu, membuka jalan bagi pasukan asing untuk menarik diri dari Afghanistan, pembebasan tahanan, penghapusan para pemimpin Taliban dari daftar hitam teror dan dukungan internasional untuk membangun kembali negara itu.

Keluarnya pasukan asing menyebabkan Taliban meningkatkan tekanan pada pemerintahan Kabul dengan banyak distrik jatuh ke tangan mereka. Selain mengambil alih pemerintahan distrik, Taliban melanjutkan diplomasinya dengan mengirim delegasi ke Iran dan Rusia.

- 'Taliban adalah kekuatan militer utama '

Mengacu pada Taliban sebagai kekuatan militer utama di Afghanistan, Wang mengatakan Taliban harus menyadari tanggung jawab mereka terhadap negara dan bangsa, dengan tegas menarik garis dengan semua kekuatan teroris dan kembali ke arus utama politik Afghanistan dengan sikap bertanggung jawab terhadap negara dan rakyatnya.

"Pemerintah Afghanistan telah melakukan banyak pekerjaan untuk menjaga persatuan nasional Afghanistan, stabilitas sosial dan peningkatan mata pencaharian masyarakat, yang harus diberikan evaluasi yang adil," kata dia.

Pernyataan Wang muncul ketika Taliban mengisyaratkan hubungan positif dengan Beijing, menyebut China sebagai “teman.”

“Kami menyambut mereka [China]. Jika mereka memiliki investasi, tentu kami menjamin keamanan mereka. Keamanan mereka sangat penting bagi kami,” kata juru bicara Taliban Suhail Shaheen dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Shaheen mengatakan bahwa pihaknya telah ke China berkali-kali dan memiliki hubungan baik dengan negara itu.

"China adalah negara sahabat yang kami sambut untuk rekonstruksi dan pengembangan Afghanistan,” kata dia, meyakinkan negara-negara tetangga bahwa Afghanistan tidak akan mengizinkan penggunaan tanahnya untuk melawan mereka. [yy/republika]