14 Jumadil-Akhir 1443  |  Senin 17 Januari 2022

basmalah.png

BERITA INTERNASIONAL

Erdogan: Turki tak Diam dengan Kekejaman Israel di Palestina

Erdogan: Turki tak Diam dengan Kekejaman Israel di Palestina

Fiqhislam.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (10/7) menegaskan tidak akan mungkin untuk membangun perdamaian dan stabilitas yang langgeng di Palestina selama kekerasan Israel terus berlanjut.

Erdogan menegaskan Turki tidak dan tidak akan tinggal diam terhadap penindasan Israel terhadap Palestina. Selama pertemuan tertutup di Paviliun Vahdettin di Istanbul, Recep Tayyip Erdogan dan Palestina Mahmoud Abbas membahas perkembangan regional dan langkah-langkah untuk memperkuat hubungan bilateral, kata Direktorat Komunikasi Turki.

Erdogan juga menyuarakan kepuasan atas hubungan bilateral yang positif dengan Palestina. Erdogan dan Abbas mengadakan pertemuan empat mata yang berlangsung selama satu jam 15 menit, disusul pertemuan lainnya yang juga dihadiri oleh delegasi selama lebih dari satu jam.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Direktur Komunikasi Fahrettin Altun, juru bicara Presiden Ibrahim Kalin, dan kepala Badan Intelijen Nasional Hakan Fidan hadir dalam pertemuan tersebut. [yy/republika]

 

Erdogan: Turki tak Diam dengan Kekejaman Israel di Palestina

Fiqhislam.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (10/7) menegaskan tidak akan mungkin untuk membangun perdamaian dan stabilitas yang langgeng di Palestina selama kekerasan Israel terus berlanjut.

Erdogan menegaskan Turki tidak dan tidak akan tinggal diam terhadap penindasan Israel terhadap Palestina. Selama pertemuan tertutup di Paviliun Vahdettin di Istanbul, Recep Tayyip Erdogan dan Palestina Mahmoud Abbas membahas perkembangan regional dan langkah-langkah untuk memperkuat hubungan bilateral, kata Direktorat Komunikasi Turki.

Erdogan juga menyuarakan kepuasan atas hubungan bilateral yang positif dengan Palestina. Erdogan dan Abbas mengadakan pertemuan empat mata yang berlangsung selama satu jam 15 menit, disusul pertemuan lainnya yang juga dihadiri oleh delegasi selama lebih dari satu jam.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Direktur Komunikasi Fahrettin Altun, juru bicara Presiden Ibrahim Kalin, dan kepala Badan Intelijen Nasional Hakan Fidan hadir dalam pertemuan tersebut. [yy/republika]

 

Bahas Perdamaian Timteng

Raja Yordania dan Presiden Israel Bahas Perdamaian Timteng


Fiqhislam.com - Raja Yordania Abdullah II menerima panggilan telepon dari Presiden Israel Isaac Herzog, Sabtu (10/7). Mereka membahas upaya perdamaian Timur Tengah.

Menurut laporan kantor berita Yordania, Petra, pada kesempatan itu, Raja Abdullah menyoroti isu Israel-Palestina. Dia menekankan pentingnya bekerja menuju perdamaian adil dan komprehensif berdasarkan solusi dua negara.

Ia mengatakan kepada Herzog jalan menuju perdamaian abadi di kawasan adalah pembentukan negara Palestina yang merdeka. Sementara Herzog, yang baru dilantik sebagai presiden pada Rabu (7/7), menekankan pentingnya hubungan strategis Israel-Yordania.

“Saya memberi tahu Yang Mulia (Raja Abdullah) bahwa saya bermaksud memperkuat ikatan,” katanya lewat akun Twitter pribadinya.

Menurut keterangan yang dirilis kantor Herzog, dia ingin meningkatkan hubungan ekonomi dan pariwisata dengan Yordania. Keterangan tersebut pun mengutip kepuasaan Raja Abdullah karena hubungan diplomatik Israel-Yordania telah kembali ke jalur yang benar.

Pada Sabtu lalu, kedua negara mengumumkan Israel akan menjual 50 juta meter kubik air ke Yordania. Kesepakatan penjualan air dengan jumlah sebesar itu belum pernah terjadi sebelumnya.

Yordania adalah salah satu negara yang paling kekurangan air di dunia. Para ahli menyebut negara itu bergulat dengan salah satu kekeringan paling parah dalam sejarahnya.

Yordania dan Israel terlibat dalam perang 1948 dan 1967. Dua perang itu berdampak besar terhadap kehidupan warga Palestina dan okupasi Israel atas wilayah tersebut. Yordania-Israel mencapai perjanjian damai pada 1994. [yy/republika]