27 Rabiul-Akhir 1443  |  Kamis 02 Desember 2021

basmalah.png

Buntut Temuan 1.000 Makam Anak-anak Pribumi, Gereja Katolik Kanada Dibakar

Buntut Temuan 1.000 Makam Anak-anak Pribumi, Gereja Katolik Kanada Dibakar

Fiqhislam.com - Perdana Menteri Justin Trudeau mengutuk serentetan vandalisme dan pembakaran gereja-gereja Katolik di Kanada .

Kepolisian Kanada mengatakan 10 gereja dirusak pada Hari Kanada - 1 Juli - di Calgary, Alberta. Pihak berwenang percaya vandalisme adalah hasil dari penemuan kuburan tak bertanda di sekolah-sekolah asrama karena gereja-gereja mengalami kerusakan dengan cat merah dan oranye. Oranye dikaitkan dengan bekas sekolah asrama.

Selain itu beberapa gereja dipasang nomor 215. Itu adalah jumlah kuburan tak bertanda yang ditemukan di bekas sekolah asrama Kamloops, British Columbia pada akhir Mei lalu.

Empat gereja Katolik dibakar dalam seminggu terakhir dan semuanya berada di tanah First Nations.

Trudeaumengatakan meskipun dapat dimengerti bahwa orang-orang merasa ngeri dengan temuan 1.148 kuburan anak-anak First Nations yang tidak bertanda di tiga bekas sekolah perumahan, itu bukan pembenaran untuk tindakan destruktif. Sebagian besar tetapi tidak semua vandalisme menargetkan gereja-gereja Katolik, yang menguasai sekitar 60% dari 139 sekolah asrama di Kanada.

"Tidak dapat diterima dan salah bahwa tindakan vandalisme dan pembakaran terlihat di seluruh negeri," kata Trudeau kepada wartawan saat dia mengunjungi klinik vaksinasi di Ottawa, seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (3/7/2021).

Dia juga mengecam bangkitnya intoleransi dan rasisme dan kebencian.

Trudeau mengatakan penemuan itu telah membuat marah orang-orang tetapi mengatakan membakar gereja sebenarnya membuat orang-orang yang membutuhkan tempat berduka dan penyembuhan serta berkabung benar-benar kehilangan tempat di mana mereka benar-benar dapat berduka dan merenung dan mencari dukungan.

“Kita seharusnya tidak menyerang gedung-gedung yang dapat memberikan pelipur lara bagi beberapa warga kita. Tapi kita harus, setiap hari, berkomitmen pada diri kita sendiri, masing-masing dari kita, pada kerja keras yang perlu kita lakukan untuk benar-benar membangun kembali jalan ke depan yang mencerminkan trauma antargenerasi yang mengerikan dan realitas penderitaan saat ini yang menjadi tanggung jawab kita semua secara kolektif," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Sovereign Indigenous Nations Bobby Cameron dan para pemimpin lainnya mendesak boikot kebaktian gereja mulai Minggu, sampai Gereja Katolik membayar USD20 juta yang dijanjikan kepada para penyintas sekolah asrama.

Sekitar 150.000 anak-anak Pribumi diambil dari orang tua mereka dan dipaksa bersekolah di sekolah asrama di seluruh Kanada, dimulai pada tahun 1890-an dan terakhir ditutup pada tahun 1996. Dalam banyak kasus, anak-anak itu mengalami pemukulan dan pelecehan seksual saat mereka diajari budaya kulit putih. Diperkirakan sedikitnya 4.000 orang meninggal. [yy/sindonews]