23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Presiden Ceko Milos Zeman: Orang-orang Transgender Itu Menjijikkan

Presiden Ceko Milos Zeman: Orang-orang Transgender Itu Menjijikkan

Fiqhislam.com - Presiden Ceko Milos Zeman mengatakan orang-orang transgender bagi dirinya adalah menjijikkan.

Dia memberi isyarat mendukung undang-undang baru Hungaria yang melarang program dan materi pendidikan untuk anak-anak yang dianggap pemerintah mempromosikan homoseksualitas atau perubahan gender.

Ditanya tentang undang-undang yang disahkan awal bulan ini oleh politisi Hungaria, dia mengatakan kepada CNN Prima: "Jika Anda menjalani operasi ganti kelamin, Anda pada dasarnya melakukan kejahatan melukai diri sendiri."

"Setiap operasi adalah risiko dan orang-orang transgender itu bagi saya menjijikkan," ujarnya yang dilansir Sky News, Selasa (29/6/2021).

Hongaria telah menghadapi kecaman atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia, diskriminasi terhadap migran dan pembatasan kebebasan pers dalam beberapa tahun terakhir.

Undang-undang baru itu telah dikritik keras oleh partai-partai oposisi di dalam negeri, kelompok-kelompok hak asasi manusia, dan oleh lebih dari setengah negara anggota Uni Eropa—termasuk Jerman, Prancis, Spanyol, Irlandia, Belanda, dan Swedia.

Pada pertemuan puncak Uni Eropa pekan lalu, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan kepada Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban untuk menghormati hak-hak lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) atau meninggalkan blok Uni Eropa.

Sedangkan Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo menggambarkan undang-undang baru Hungaria sebagai "primitif".

Namun, Zeman mengatakan kecaman itu sama saja dengan mencampuri urusan dalam negeri suatu negara.

"Viktor Orban mengatakan bahwa dia tidak menentang homoseksual, tetapi dia menentang manipulasi tidak hanya orangtua, tetapi juga anak-anak dalam pendidikan seks," katanya.

"Saya tidak melihat alasan untuk tidak setuju dengannya, karena saya benar-benar terganggu oleh hak pilih, gerakan Me Too, dan Prague Pride," paparnya.

Presiden Ceko memiliki kekuasaan eksekutif yang terbatas tetapi Zeman dan para pendahulunya memiliki pengaruh yang kuat dalam debat publik.

Presiden juga condong ke Rusia dan China dan mengkritik imigrasi dari negara-negara Muslim.

Orban, yang telah menjadi PM Hungaria sejak 2010, mengatakan undang-undang itu bukan serangan terhadap komunitas gay tetapi bertujuan untuk menjamin hak orangtua untuk memutuskan pendidikan seksual anak-anak mereka.

Tetapi beberapa anggota blok Uni Eropa mendorong Orban untuk mencabut undang-undang tersebut, dan juga mendesak agar masalah tersebut dirujuk ke pengadilan tertinggi Uni Eropa.

Perdana Menteri Luksemburg yang gay secara terbuka Xavier Bettel mengatakan Budapest juga harus tunduk pada prosedur yang belum teruji untuk memotong dana Uni Eropa bagi mereka yang melanggar aturan demokrasi. "Sebagian besar waktu, uang lebih meyakinkan daripada bicara," ujarnya. [yy/sindonews]