22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

Netanyahu Perintahkan Penghancuran Dokumen sebelum Bennett Ambil Alih

Netanyahu Perintahkan Penghancuran Dokumen sebelum Bennett Ambil Alih

Fiqhislam.com - Sesaat sebelum Naftali Bennett Israel mengambil alih jabatan sebagai perdana menteri (PM) Israel , pendahulunya Benjamin Netanyahu memerintahkan dokumen-dokumen dihancurkan di kantornya.

Laporan menyebut sumber yang bekerja untuk Netanyahu mengatakan mantan perdana menteri memerintahkan mereka membuang dokumen pada Minggu, satu hari sebelum pemerintah baru menjabat.

Tidak jelas dokumen mana atau berapa banyak dokumen yang diduga dihancurkan.

Menurut peraturan pegawai negeri dan keputusan kabinet, merobek-robek dokumen adalah tindakan ilegal.

Semua dokumen, baik publik maupun pribadi, dimaksudkan untuk disimpan dalam arsip kantor, terutama dokumen yang berkaitan dengan hal-hal profesional.

Dalam pernyataan, kantor Perdana Menteri Israel menyatakan, "Tidak terbiasa dengan masalah ini."

Meski demikian, kantor Perdana Menteri Israel mengklaim akan menyelidikinya.

Juru bicara Netanyahu membantah klaim itu sepenuhnya, dengan menyatakan, "Tidak ada hal seperti itu yang pernah terjadi."

Dokumen-dokumen tersebut disimpan di brankas yang terletak di daerah yang dikenal sebagai "Akuarium" tempat para perdana menteri dan para pembantunya yang paling senior duduk.

Area kantor ini biasanya berisi jadwal pejabat senior, dokumen tentang pekerjaan mereka, dan materi lainnya.

Sebagaimana diamanatkan undang-undang, dokumen-dokumen di dalam brankas harus dipindahkan ke arsip kantor untuk diarsipkan sehingga Bennett, para menterinya, dan para pembantu seniornya dapat mengaksesnya.

Laporan itu mengutip staf yang tidak disebutkan namanya yang bekerja untuk Netanyahu.

Para staf itu diperintahkan untuk merobek-robek dokumen pada Minggu pagi, beberapa jam sebelum koalisi partai yang bekerja untuk mencopot Netanyahu dari jabatannya mengambil alih.

Para staf mengatakan bahwa perintah itu datang langsung dari Netanyahu sendiri.

Pada Senin, Netanyahu menyerahkan kantor dan kekuasaan formalnya kepada Bennett setelah 12 tahun pemerintahannya.

Pertemuan itu dilaporkan sangat mendadak, berakhir tanpa jabat tangan tradisional, upacara, atau sesi foto.

Netanyahu tampak kecewa kehilangan kekuasaannya setelah beberapa kali pemilu yang tak memberi hasil yang stabil bagi politik Israel. [yy/sindonews]